Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
09 Desember 2019
Profil Provinsi Sumatera Utara
Pilih Provinsi    
​Provinsi Sumatera Utara berada di bagian barat Indonesia dan, secara geografis terletak antara 1" - 4" Lintang Utara dan 98" - 100" Bujur Timur. Daerah ini berbatasan dengan :
- Sebelah Utara :  Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
- Sebelah Timur :   Negara Malaysia di Selat Malaka
- Sebelah Selatan : Provinsi Riau dan Sumatera Barat
- Sebelah Barat : Samudera Hindia

Luas Sumatera Utara secara keseluruhan mencapai 181.680,68 km2 yang terdiri dari lautan dengan luas 110.000 km2 atau sekitar 60,5% dan daratan yang mencapai 71.680,68 km2 atau sekitar 39,5%, sebagian besar berada di daratan Pulau Sumatera dan sebagian kecil berada di Pulau Nias, pulau-pulau Batu serta beberapa pulau kecil, baik di bagian barat maupun bagian timur pantai pulau Sumatera.

Secara administratif, di tahun 2005, Provinsi Sumatera Utara memiliki 25 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 18 Kabupaten dan 7 Kota. Jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2000, sebelum bergulirnya pelaksanaan otonomi daerah, di Provinsi Sumatera Utara hanya terdapat 13 kabupaten dan 6 kota. Dan pada bulan Desember 2006, telah terbentuk Kabupaten Batubara sebagai pemekaran dari Kabupaten Asahan, sehingga jumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara menjadi 19 kabupaten dan 7 kota.

Didalam perjalanannya, otonomi daefrah yang bergulir sejak 1 Januari 2001, yang ditujukan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan pembangunan yang bersifat bottom up, ditandai dengan munculnya keinginan untuk membentuk satuan-satuan wilayah administrasi tertentu. Sepanjang tahun 2004-2006, jumlah kecamatan bertambah sebanyak 30 kecamatan dari 331 kecamatan menjadi 361 Kecamatan dan jumlah desa/kelurahan bertambah sebanyak 129 desa/kelurahan dari 5.497 desa/kelurahan menjadi 5.626 desa/kelurahan.

Sedangkan Iklim di Sumatera Utara secara umum beriklim tropis, dengan musim kemarau sekitar bulan Juni – September dan musim hujan sekitar bulan November – Maret. Begitu pula dengan potensi daerahnya yang memiliki daerah pertanian dengan lumbung padi terbesar di Kabupaten Deli Serdang. Memiliki daerah perkebunan yang sangat luas, yaitu kebun Kelapa Sawit dan kebun Karet serta memiliki beberapa industri besar, sedang dan industri rumah tangga. Industri yang tergolong besar adalah pabrik peleburan aluminium yang terletak di Kuala Tanjung daerah Kabupaten Asahan. Industri besar lainnya antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memanfaatkan air terjun Sigura-gura dari sungai Asahan.

Kesejahteraan Rakyat
  
Sumatera Utara merupakan Provinsi keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hasil sensus penduduk 2000, jumlah penduduk Sumatera Utara 11.506.808 jiwa, terdiri dari 5.750.315 penduduk laki-laki dan 5.756.493 penduduk perempuan. Pada Juni 2005, jumlah penduduk diperkirakan 12.326.678 jiwa dengan 6.165.071 penduduk laki-laki dan 6.161.607 penduduk perempuan. Laju pertumbuhan penduduk pada kurun waktu tahun 2000-2005 sebesar 1,37% per tahun. Tahun 2006 jumlah penduduk diperkirakan menjadi 12.643.494 jiwa dengan 6.324.505 laki-laki dan 6.318.989 perempuan.

Penduduk Sumatera Utara masih lebih banyak tinggal di daerah pedesaan daripada daerah perkotaan. Jumlah penduduk Sumatera Utara yang tinggal di pedesaan sebesar 54,15% dan yang tinggal di daerah perkotaan sebesar 45,85%.

Pencapaian pembangunan manusia Sumatera Utara tahun 2005 lebih baik dibandingkan tahun 2004, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Nilai IPM Sumatera Utara pada tahun 2005 sebesar 72, pada tahun 2004 angka tersebut 71,4 atau meningkat sebesar 0,6 poin. Meningkatnya IPM di tahun 2005 tersebut didukung oleh adanya peningkatan angka harapan hidup yang mencapai 68,7 tahun, rata-rata lama sekolah mencapai 8,5 tahun,angka melek huruf mencapai 97 persen, dan rata-rata pengeluaran riel per kapita mencapai Rp. 618.000,-. Sementara pada tahun 2004, angka harapan hidup Sumatera Utara adalah 68,2 tahun, rata-rata lama sekolah mencapai 8,4 tahun,angka melek huruf mencapai 96,6 persen, dan rata-rata pengeluaran riel per kapita mencapai Rp. 616.000,-. Diperkirakan IPM tahun 2006 akan mencapai 72,7 (target RPJM tahun 2008).

Angka kelahiran total (Total Fertility Rate = TFR) dan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR) cenderung turun. Tahun 2006 TFR sebesar 2,579 dan IMR sebesar 28,2. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2005,dengan TFR sebesar 2,627 dan IMR sebesar 29,6.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT), berdasarkan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan BPS pada bulan Februari 2006,masih berada pada kisaran 14,83 persen (847.579 jiwa). Tingkat pengangguran ini jauh lebih tinggi dibandingan dengan periode Februari 2005 dimana TPT hanya sebesar 10,98 persen (636.980 jiwa). Pada bulan Agustus 2006, TPT menurun menjadi 11,51 persen (632.049 jiwa).

Berdasarkan hasil Survey Sosial Ekonomi (Susenas),jumlah penduduk mikin di tahun 2006 sebesar 15,66 persen (1.979.702 jiwa) lebih tinggi dari kondisi tahun 2005 yang mencapai 14,28 persen atau sebanyak 1.760.228 jiwa. Dalam upaya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin, selama 2006, pemerintah telah menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 944.972 rumah tangga miskin di Sumatera Utara, dan hingga akhir 2006, seluruh rumah tangga miskin penerima BLT telah menerima pencairan dananya hingga tahap ke 4. Dari catatan BPS, Sumatera Utara termasuk satu dari tujuh provinsi yang telah menyelesaikan pencairan dana BLT sampai tahap 4 (realisasi 100 persen)
Show Left Panel