Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Sumatera Utara Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
02 Oktober 2020

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan I 2018 tumbuh melambat sesuai dengan polanya dari 5,56% (yoy) pada triwulan lalu menjadi 4,73% (yoy). Kondisi tersebut disebabkan oleh kinerja ekspor luar negeri yang berjalan moderat seiring dengan permintaan ekspor dari negara mitra dagang yang terbatas serta harga komoditas di pasar global yang tumbuh melambat. Permintaan domestik juga cenderung melambat disebabkan oleh pola seasonal rendahnya realisasi investasi di awal tahun seiring dengan proses pelelangan yang masih berjalan. Namun, konsumsi swasta meningkat pesat seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dari kenaikan UMP 2018 dan distribusi bantuan sosial. Secara sektoral, kinerja sektor utama di awal tahun belum optimal, terutama untuk sektor pertanian, konstruksi, dan perdagangan. Namun, industri pengolahan mengalami peningkatan terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas industri makanan dan minuman. Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II 2018 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama bersumber dari permintaan domestik seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja menjelang HBKN serta penyelenggaraan Pilkada 2018.

Perlambatan perekonomian Sumatera Utara pada triwulan I 2018 disertai dengan peningkatan tekanan inflasi, dari 3,2% menjadi 3,9% (yoy). Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional 3,4% (yoy). Kenaikan tekanan inflasi triwulan I terutama didorong oleh terbatasnya pasokan pangan di pasaran sehingga mendorong kenaikan harga pangan yang cukup tinggi pada awal tahun 2018. Sementara tekanan inflasikelompok Administered Price dan kelompok inti relatif mereda seiring dengan tidak adanya kebijakan pemerintah dan ekspektasi inflasi yang terkelola dengan baik. Dengan perkembangan inflasi triwulan I dan April 2018, inflasi akhir tahun diperkirakan masih berada pada sasaran rentang target 3,5%±1%, meski masih diwarnai risiko peningkatan tekanan inflasi dari sisi volatile foods.

Terkait hal tersebut, dalam rangka pengendalian inflasi, program pengendalian inflasi terus dilaksanakan secara intensif. TPID se-Provinsi Sumatera Utara terus melakukan langkah-langkah pengendalian sesuai roadmap jangka pendek dan menengah TPID, dengan fokus pada upaya menjamin pasokan dan distribusi, khususnya berbagai bahan kebutuhan pokok, dan menjaga ekspektasi inflasi.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel