Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Utara Mei 2019​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan I 2019 tumbuh kuat sebesar 5,30% (yoy). Stabilnya perekonomian terutama didorong oleh peningkatan konsumsi pemerintah dan konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT). Peningkatan sejalan dengan tingginya realisasi belanja pemerintah dalam rangka persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum 2019. Selain itu, impor yang melambat juga turut menjaga pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Secara sektoral, perekonomian Sumatera Utara ditopang oleh perbaikan kinerja Lapangan Usaha (LU) konstruksi dan stabilnya kinerja LU pertanian. LU konstruksi terakselerasi didorong oleh giatnya pembangunan proyek – proyek infrastruktur yang dilakukan Pemerintah. Sementara pertumbuhan LU pertanian ditopang oleh tingginya produksi tanaman pangan dan hortikultura.

Memasuki triwulan II 2019, perekonomian diperkirakan tumbuh membaik didorong oleh akselerasi konsumsi rumah tangga dan investasi menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, ekspor juga diperkirakan tumbuh meningkat sejalan dengan persediaan bahan baku yang mencukupi. Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan sektor – sektor utama.

Inflasi Sumatera Utara pada triwulan I 2019 menurun dibandingkan periode sebelumnya. Realisasi inflasi triwulan I 2019 sebesar 1,05% (yoy). Kelompok Bahan Makanan menjadi andil penyumbang deflasi tahunan pada triwulan I 2019. Memasuki bulan April, tekanan inflasi kembali meningkat jauh diatas rata-rata historis. Kedepan, inflasi pada triwulan II 2019 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, sejalan dengan masuknya bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri.

Perekonomian Provinsi Sumatera Utara pada triwulan III 2019 diprakirakan tumbuh moderat di tengah perkembangan inflasi yang kembali meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Moderasi ekonomi bersumber dari kembali normalnya permintaan konsumsi rumah tangga paska periode Ramadhan dan Lebaran, di tengah masih stabilnya investasi dan membaiknya net ekspor. Sementara itu, laju perubahan harga-harga secara umum masih meningkat yang disumbangkan oleh peningkatan tekanan inflasi komoditas bumbu-bumbuan, kelompok sandang, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Secara keseluruhan tahun 2019, momentum perbaikan ekonomi diprakirakan terus berlanjut dengan capaian inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Optimisme perekonomian didukung oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah serta perbaikan net ekspor, di tengah kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi yang sedikit mengalami perlambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk inflasi, terdapat tren peningkatan laju inflasi kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, kelompok sandang, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Meski demikian, inflasi akhir tahun 2019 masih akan berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5 ± 1% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel