KEKR Provinsi Sumatera Utara Mei 2017​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan I 2017 melambat dari 5,3% (yoy) pada triwulan lalu menjadi 4,5% (yoy), di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,0% (yoy), bahkan terendah dalam 5 tahun terakhir. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh melambatnya kinerja sektor eksternal (terutama ekspor antar daerah) di tengah peningkatan harga komoditas dunia. Kinerja ekspor menurun terutama terjadi pada ekspor antar daerah. Ekspor luar negeri relatif membaik karena masih cukup baiknya harga terutama karet meski aktivitas manufaktur negara mitra dagang cenderung melandai yang disertai dengan adanya aktivitas proteksionisme negara mitra dagang. Namun demikian, Kinerja permintaan domestik lebih tinggi dari perkiraaan semula seiring dengan masih terjaganya daya beli masyarakat dan meningkatnya konsumsi pemerintah. Sementara itu, perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II 2017 diperkirakan akan bangkit dan tumbuh pada kisaran 5,0-5,4% (yoy) seiring dengan peningkatan konsumsi karena masuknya bulan Ramadhan dan perayaan hari raya Idul Fitri serta realisasi belanja Pemerintah yang diharapkan meningkat.
 
inflasi masih lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 3,6% (yoy). Rendahnya capaian inflasi ini terutama didorong oleh membaiknya pasokan pangan sehingga mendorong penurunan harga pangan yang sempat meningkat cukup tinggi pada tahun 2016. Ketersediaan pasokan yang memadai juga tercermin pada perkembangan harga di April 2016 yang masih mengalami deflasi cukup dalam. Sementara itu, tekanan inflasi inti juga relatif menurun ditopang oleh relatif terjaganya permintaan masyarakat pasca perayaan natal dan akhir tahun yang selanjutnya mendorong penurunan tekanan inflasi kelompok makanan jadi, kelompok minuman tidak beralkohol serta kelompok sandang. Namun, adanya kebijakan pemerintah untuk menyesuaikan beberapa komoditas yang harganya diatur pemerintah telahmeningkatkan tekanan inflasi administered prices. Dengan kondisi tersebut, inflasi kalender Sumatera Utara sampai dengan Triwulan I 2017 baru mencapai -0,32% (ytd). Hal tersebut mendorong optimisme capaian inflasi tahunan 2017 yang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional, yaitu sebesar 4±1%. Meski demikian, tetap patut diwaspadai risiko inflasi terkait denganpeningkatan tekanan inflasi dari sisi administered prices.
 
Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III 2017 diperkirakan akan cenderung stabil dibandingkan Triwulan II 2017 yang ditopang oleh baiknya permintaan domestik seiring dengan realisasi anggaran pemerintah yang semakin meningkat. Sementara itu, konsumsi masyarakat diperkirakan akan lebih rendah dari triwulan sebelumnya seiring dengan berakhirnya puncak aktivitas konsumsi masyarakat saat bulan ramadhan dan perayaan hari raya idul fitri. Di sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan akan sedikit terhambat akibat mulai melambatnya kenaikan harga komoditas. Meredanya permintaan masyarakat juga turut mendorong redanya tekanan inflasi pada triwulan III 2017.
 
Dari eksternal meningkatnya aktivitas manufaktur negara mitra dagang utama dan lebih tingginya harga komoditas khususnya karet dan CPO telah mendorong produktivitas industri pengolahan. Sementara itu, dari domestik, perbaikan juga didorong oleh aktivitas belanja pemerintah yang lebih baik dari tahun sebelumnya dimana terdapat kendala dalam penyaluran DAU dan DAK. Perbaikan perekonomian pada tahun 2017 disertai dengan perkiraan akan kembali terjangkarnya inflasi yang diperkirakan akan berada pada kisaran 4,0 ± 1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2016. Rendahnya tekanan inflasi pada tahun 2017 ditopang oleh pasokan pangan yang mulai kembali normal pada awal tahun 2017.
 
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel