Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sumatera Utara​​ Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tumbuh cukup kuat dimana pada triwulan IV 2017 tumbuh sebesar 5,56% (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,21% (yoy). Kondisi tersebut terutama didukung oleh permintaan domestik terutama peningkatan konsumsi rumah tangga terkait dengan perayaan natal dan tahun baru serta kegiatan investasi khususnya investasi bangunan sejalan dengan pembangunan infrastruktur strategis. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terutama luar negeri cenderung melambat disebabkan oleh melambatnya ekspor crude palm oil (CPO) dan respons negatif penurunan harga komoditas global. Secara sektoral, kinerja 4 sektor utama (sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi) pada triwulan IV 2017 masih cukup baik terutama sektor pertanian dan konstruksi. Peningkatan kinerja sektor pertanian didorong oleh peningkatan kinerja subsektor pertanian pangan dan holtikultura seiring dengan peningkatan produksi pertanian yang mencapai target yakni sebesar 5,2 juta ton atau meningkat sebesar 11,0% (yoy). Di sisi lain, masih berlanjut pembangunan proyek pembangunan infrastruktur strategis mendorong peningkatan kinerja sektor konstruksi.

Untuk keseluruhan tahun, perekonomian Sumatera Utara di tahun 2017 cenderung melambat dari 5,2% (yoy) pada tahun sebelumnya menjadi 5,1% (yoy). Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang cenderung melambat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, konsumen rumah tangga cenderung mengalokasikan peningkatan pendapatannya untuk motif berjaga-jaga. Sumber pendapatan tersebut terindikasi dialokasikan dalam bentuk tabungan dan deposito, yang tercermin dari jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat. Sementara itu, secara sektoral, perlambatan PDRB 2017 juga disebabkan oleh kinerja industri pengolahan yang melambat dari 5,3% (yoy) di tahun 2016 menjadi sebesar 2,3% (yoy) seiring dengan harga komoditas yang mulai menurun terutama pada semester II 2017.

Anggaran Belanja dan Transfer pemerintah di Sumatera Utara secara total mencapai Rp83,5 triliun pada tahun 2017. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 yaitu sebesar Rp72,5 triliun. APBD Kabupaten/Kota merupakan kontributor terbesar dengan pangsa 51,1%. Sampai dengan akhir tahun 2017, realisasi anggaran pemerintah di Sumatera Utara terhadap pagu anggaran secara umum mencapai 85%. Sejalan dengan pagu anggaran, dari sisi realisasi, sebagian besar didominasi oleh anggaran pemerintah kabupaten/kota, dengan pangsa 48,7% atau Rp40,6 triliun. Proporsi terbesar kedua adalah alokasi APBN untuk Sumatera Utara yang mencapai Rp29,4 triliun dengan pangsa 35,2% dan yang terendah adalah APBD Provinsi, sebesar Rp13,4 triliun (16,1%).

Sumatera Utara menutup tahun 2017 dengan laju inflasi yang tercatat 3,2% (yoy), jauh mereda dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 6,3% (yoy). Laju inflasi juga dibawah inflasi nasional yang sebesar 3,6% (yoy). Laju inflasi pada triwulan IV 2017 menurun dari triwulan sebelumnya yang tercatat 3,9% (yoy). Penurunan laju inflasi terutama didorong oleh pasokan bahan makanan yang terjaga seiring dengan masuknya masa panen beberapa komoditas pangan serta intensifnya upaya TPID Sumatera Utara beserta pihak terkait lainnya. Rendahnya inflasi didukung oleh tekanan inflasi administered price dan inflasi inti yang mereda. Penurunan inflasi administered price pada triwulan IV 2017 dipengaruhi oleh tidak adanya kebijakan administered price yang bersifat strategis pada triwulan berjalan. Sementara itu, inflasi inti stabil seiring dengan konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi, disamping daya beli masyarakat yang belum kuat.

Stabilitas sistem keuangan Provinsi Sumatera Utara triwulan IV tahun 2017 terjaga dengan baik. Kondisi tersebut didukung ketahanan sektor korporasi dan sektor rumah tangga, serta kinerja perbankan yang cukup baik. Ketahanan sektor korporasi dan sektor rumah tangga (RT) membaik sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik. Kondisi tersebut juga sejalan dengan agresifnya pembangunan infrastruktur dan penyerapan anggaran pemerintah di akhir tahun yang selanjutnya memberikan iklim yang kondusif bagi perbaikan kinerja korporasi dan keuangan RT. Sementara itu, ketahanan sektor rumah tangga juga terjaga dengan baik. Kondisi tersebut tercermin pada membaiknya konsumsi rumah tangga (swasta). Perbaikan tersebut juga didukung dengan tingkat inflasi yang stabil pada tahun 2017 dengan capaian yang relatif rendah dibandingkan historinya.

Di penghujung tahun 2017, perkembangan transaksi non tunai di Sumatera Utara dengan sistem Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) menunjukkan tren menurun baik secara nominal maupun volume. Pada triwulan IV 2017, nominal transaksi SKNBI menurun 2,6% (qtq) sedangkan volume transaksi menurun 2,1% (qtq). Namun, perkembangan transaksi uang elektronik meningkat tajam seiring dengan terdaftarnya dua perusahaan Layanan Keuangan Digital (LKD) baru di triwulan IV 2017 dan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat dengan adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan tahun baru.

Meningkatnya antusiasme masyarakat menjelang HBKN dan tahun baru juga tercermin oleh penurunan nominal penyetoran dan peningakatan nominal penarikan pada triwulan IV 2017. Penarikan rupiah pada triwulan IV tahun 2017 meningkat menjadi Rp5,51 triliun dari Rp3,05 triliun, sedangkan nominal penyetoran menurun dari Rp10,03 triliun di triwulan sebelumnya menjadi Rp6,26 triliun pada triwulan laporan.

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sumatera Utara membaik seiring dengan perbaikan perekonomian Sumut pada periode laporan. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2017 sebesar 6% (yoy), peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 2,89 poin (yoy), serta penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,6%. Perbaikan kondisi kesejahteraan Sumatera Utara didukung oleh peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,29% dibanding triwulan sebelumnya dan Nilai Tukar Nelayan Perikanan (NTNP) Sumatera Utara Tw IV 2017 tercatat sebesar 102,74 (di atas 100). Disamping itu jumlah penduduk miskin September 2017 juga mengalami penurunan signifikan (8,8%) dibandingkan Maret 2017.

Pelaksanaan Pilkada serentak Sumatera Utara pada triwulan II 2018 berpotensi akan menjadi motor penggerak utama perekonomian Sumatera Utara. Di tengah terbatasnya perbaikan sektor eksternal seiring penurunan harga komoditas, perekonomian Sumatera Utara pada semester I 2018 diperkirakan akan mengalami perbaikan didorong oleh permintaan domestik. Secara keseluruhan tahun, perekonomian Sumatera Utara di tahun 2018 diperkirakan akan mengalami perbaikan dan berada pada kisaran 5,0%-5,4%. Peningkatan pertumbuhan ini akan didorong oleh konsumsi pemerintah dan LNPRT seiring dengan pelaksaan PILKADA serentak 2018.

Laju inflasi pada triwulan II 2018 diprediksi meningkat didorong oleh peningkatan tekanan inflasi inti dan volatile food seiring dengan masuknya Bulan Ramadhan dan Lebaran. Inflasi diprediksi meningkat didorong dengan kenaikan permintaan masyarakat menjelang lebaran. Kenaikan permintaan ini memiliki risiko dari sisi pasokan seiring selesainya periode panen raya komoditas pangan. Sementara itu, tekanan inflasi administered price diperkirakan akan stabil seiring dengan belum adanya kebijakan dari Pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga komoditas-komoditas strategis. Namun, risiko dari tren peningkatan harga minyak dunia dan harga batubara perlu diperhatikan. Secara keseluruhan tahun, inflasi Sumatera Utara tahun 2018 diperkirakan berada di dalam rentang sasaran inflasi nasional yakni 3,5±1%. Pencapaian ini diperkirakan didukung oleh rendahnya tekanan inflasi administered price. Inflasi inti diprediksi meningkat sejalan dengan peningkatan asumsi makro. Sementara itu, inflasi volatile food diperkirakan akan meningkat terkait dengan pasokan pangan yang kurang stabil.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel