Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2017​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
05 Juli 2020

Perekonomian Sumatera Selatan triwulan II 2017 terus menunjukan perbaikan dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya. Realisasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan II 2017 sebesar 5,24% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 5,13% (yoy). Dari sisi permintaan, komponen ekspor luar negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini terutama didukung oleh perbaikan harga komoditas unggulan Sumatera Selatan yaitu karet dan batubara. Selain itu, kinerja ekspor didorong oleh perbaikan kondisi ekonomi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor tidak berdampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga. Perlambatan konsumsi rumah tangga diperkirakan disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat yang mengalami pergeseran. Masyarakat mulai mengurangi kebutuhan tersiernya tercermin dari penurunan indeks konsumsi barang kebutuhan tahan lama. Sementara itu di triwulan II 2017 konsumsi pemerintah mengalami penurunan akibat sebagian proyek pemerintah masih berada dalam tahap pelelangan. ​

Inflasi Sumatera Selatan di triwulan II 2017 tercatat sebesar 4,31% (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya sebesar 3,71% (yoy). Realisasi inflasi tersebut masih sejalan dengan sasaran inflasi nasional sebesar 4±1% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh adanya peningkatan harga pada kelompok administered prices serta volatile food akibat meningkatnya permintaan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri. ​

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Indikator DPK maupun aset mengalami peningkatan, sedangkan kredit masih tumbuh positif walaupun sedikit melambat. ​

Perekonomian Sumatera Selatan keseluruhan tahun 2017 diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi global serta masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan masih menjadi sumber pertumbuhan utama pada beberapa periode kedepan. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai adalah tekanan eksternal seperti risiko penurunan harga komoditas, proteksionisme Amerika Serikat, serta pemotongan anggaran yang mengancam kelangsungan pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerah.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel