Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Utara Februari 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
21 Mei 2019

Perkembangan Ekonomi Makro

Perekonomian Sulut tumbuh sebesar 6,10% (yoy) pada triwulan IV 2018, menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,66% (yoy). Pertumbuhan konsumsi dan ekspor luar negeri yang tumbuh menguat, mendorong pertumbuhan Sulut di triwulan IV lebih tinggi. Dari sisi lapangan usaha, penguatan pertumbuhan pertanian, industri serta masih kuatnya pertumbuhan konsttruksi menjadi faktor pendorong menguatnya pertumbuhan ekonomi Sulut. Memasuki triwulan I 2019, pertumbuhan ekonomi Sulut diperkirakan menguat dibandingkan triwulan IV 2018.

Keuangan Pemerintah

Pada tahun 2018, realisasi anggara pendapatan Sulawesi Utara tercatat menguat. Meski menurun dibanding tahun sebelumnya, realisasi pendapatan pemerintah pada tahun 2018 terbilang baik dengan tingkat realisasi sebesar 98,70%. Di sisi lain, realisasi anggaran belanja APBD Sulut tahun 2018 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Realisasi belanja APBD Sulut berada di level 88,72% lebih rendah dibandingkan tahun 2017 (92,3%) maupun 2016 (93,9%).

Adapun penyerapan alokasi anggaran APBN di Sulut tercatat sebesar 91,6% lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang tercatat 93,12%. Penurunan realisasi belanja APBN di Sulut terutama disebabkan belum optimalnya penyerapan belanja modal.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi Sulawesi Utara pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar 3,83% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya (1,45%, yoy). Inflasi Sulut pada triwulan IV 2018 relatif terkendali dan masih berada di bawah rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2018: 3,5%±1% (yoy). Inflasi tahunan pada triwulan IV 2018 disumbang oleh kelompok Bahan Makanan sebesar 2,71%, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,11%, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,12%, Kelompok Sandang sebesar 0,04%, Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,85%, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,07% dan kelompok kesehatan dengan andil inflasi sebesar 0,04%.

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Kondisi keuangan daerah Sulawesi Utara relatif stabil meskipun mengalami perlambatan, tercermin dari melambatnya peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), aset dan kredit. Dari jenis kredit, peningkatan pertumbuhan kredit terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). Sedangkan Kredit Konsumsi (KK) tercatat tumbuh melambat. Namun demikian, kualitas kredit sebesar 2,95%, membaik dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,04%.

Disisi lain laju pertumbuhan kredit perbankan yang disalurkan kepada UMKM terpantau mengalami perlambatan. Tercatat laju pertumbuhan kredit UMKM pada triwulan IV 2018 sebesar 9,98% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 10,79% (yoy). Adapun rasio kredit bermasalah UMKM pada triwulan laporan tercatat sebesar 3,96%, membaik dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,49%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Pergerakan aliran uang kartal dari kas KPwBI Sulut ke masyarakat pada triwulan IV 2018 masih mengikuti pola musimannya yaitu net outflow, yaitu aliran uang yang keluar dari KPwBI Provinsi Sulawesi Utara lebih besar dibandingkan uang yang masuk.

Nominal transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) pada triwulan IV 2018 di Sulut tercatat sebesar Rp5,77 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp3,83 triliun atau meningkat sebesar 50% (qtq). Di sisi lain, transaksi SKNBI meningkat sebesar Rp0,15 triliun atau 4,2% (qtq) dibandingkan dengan dibanding triwulan sebelumnya.

Berdasarkan hasil pengawasan off-site, aktivitas Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) pada triwulan IV 2018 melambat. Total transaksi KUPVA BB pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar Rp 13,15 miliar, melambat sebesar 5,17% (qtq) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Naiknya jumlah tenaga kerja di beberapa sektor utama menyebabkan terjadinya perbaikan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara yang tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Agustus 2018 yang sebesar 6,86%, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 7,18%. Turunnya angka TPT disebabkan naiknya jumlah tenaga kerja di beberapa sektor utama antara lain Perdagangan (9,7%), Industri Pengolahan (19,83%), Transportasi (19,7%) dan Pertanian (1,94%).

Selain itu, kondisi kesejahteraan di Sulawesi Utara secara umum mengalami perbaikan yang tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada periode September 2018 sebanyak 189,05 ribu jiwa (7,59%), menurundibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2017 yang mencapai 194,85 ribu jiwa (7,9%) atau turun sebesar 0,31%. Angka ini masih di bawah tingkat kemiskinan nasional yang tercatat mencapai 9,66% pada periode September 2018.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan II 2019 diperkirakan kembali menguat Sedangkan secara keseluruhan tahun 2019, ekonomi Sulut diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ekonomi Sulut triwulan II 2019 diperkirakan tumbuh 6,1-6,5% (yoy) dan keseluruhan tahun 2018 tumbuh 6,1-6,5% (yoy).

Di sisi inflasi, IHK Sulut juga diperkirakan akan mengalami tekanan inflasi yang cukup kuat pada triwulan II 2019 dan untuk keseluruhan tahun 2019 inflasi diperkirakan berada dalam rentang sasaran inflasi tahun 2019.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel