​​​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Barat November 2018​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020

​Kinerja ekonomi Sulawesi Barat tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 7,90% (yoy) pada triwulan III 2018 meningkat dibandingkan triwulan II 2018 sebesar 6,64% (yoy). Bahkan, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2018 juga lebih baik dibandingkan triwulan III 2017 sebesar 7,12% (yoy).

Perekonomian Sulawesi Barat tahun 2018 diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat secara kumulatif akan tumbuh berkisar 6,6% - 7,0% (yoy). Sumber pertumbuhan utama berasal dari industri pengolahan yang berisi aktivitas proses penambahan nilai tambah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi CPO. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga berperan penting dalam perekonomian Sulawesi Barat.

Inflasi Sulawesi Barat menurun pasca bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Realisasinya tercatat 1,95% (yoy) pada triwulan III 2018 atau lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018 sebesar 2,68% (yoy). Stabilnya inflasi triwulan ini ditandai juga lebih rendah dibandingkan historis inflasi Sulawesi Barat 3 (tiga) tahun terakhir yang tercatat 4,69% (yoy).

Pencapaian inflasi 2018 diperkirakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 3,5%±1% dan lebih rendah dibanding tahun 2017. Penurunan inflasi di tahun 2018 lebih disebabkan terjaganya ekspektasi dan ketersediaan pasokan bahan makanan yang mencukupi. Kenaikan harga yang terjadi pada komoditas beras dan ikan segar diperkirakan masih dalam taraf wajar dan tidak signifikan. Di sisi lain, kenaikan cukai rokok masih terjadi secara gradual meski tidak berdampak signifikan terhadap inflasi di Sulawesi Barat. Tarif angkutan udara juga tida meningkat signifikan meski frekuensi penerbangan masih terbatas di tengah tingkat permintaan yang tinggi.

PROSPEK 2019
Perekonomian Sulawesi Barat tahun 2019 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 diperkirakan tumbuh dengan kisaran 6,9%-7,3% (yoy). Produksi komoditas pertanian masih akan menjadi motor utama perekonomian Sulawesi Barat. Industri Pengolahan akan meningkatkan produksinya seiring investasi pembangunan pabrik pengolahan baru. Sejalan dengan hal ini, permintaan CPO yang berasal dari negara tujuan ekspor dan korporasi biodiesel masih cukup baik sebagai stimulus produksi. Pembangunan infrastruktur masih menjadi andalan untuk menopang perekonomian.

Inflasi 2019 diperkirakan akan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 3,5%±1%. Sejumlah komoditas yang kerap memberikan tekanan inflasi yakni beras, ikan tangkap, dan telur ayam diperkirakan relatif stabil. Hal ini dipengaruhi produksi yang meningkat. Harga minyak mentah WTI diperkirakan masih berada pada asumsi APBN tahun 2019 yakni $ 68,7/barrel. Penetapan HET beras tidak akan kembali terjadi pada tahun 2019, sehingga tekanan inflasi awal tahun tidak akan setinggi pada tahun 2018. Kenaikan cukai rokok diperkirakan masih akan dilakukan pada tahun 2019 walaupun tidak akan memberikan tekanan inflasi yang cukup tinggi.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel