Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Agustus 2017​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020
​​

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua triwulan II 2017 tercatat mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Tercatat kinerja perekonomian Provinsi Papua mencapai 4,91% (yoy) pada triwulan laporan, lebih tinggi dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya yang sebesar 3,36% (yoy). Dari sisi permintaan, perbaikan performa ekspor luar negeri dari Provinsi Papua menjadi penopang tingginya pertumbuhan pada triwulan laporan. Sementara dari sisi lapangan usaha, peningkatan penjualan konsentrat mineral hasil tambang menjadi faktor dominan meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan. Sepanjang triwulan III 2017 pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit lebih rendah terutama dipengaruhi oleh faktor baseline atas tingginya pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu. Melemahnya kinerja ekspor luar negeri cenderung menjadi faktor dominan rendahnya pertumbuhan terutama disebabkan oleh permasalahan ketengakerjaan dan operasional produksi lapangan usaha pertambangan. ​​

Dari sisi inflasi secara umum di Provinsi Papua1 pada triwulan II 2017 mencapai 3,10% (yoy) menurun jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi sepanjang triwulan II 2017 cenderung disebabkan oleh pergerakan harga kelompok harga yang diatur oleh pemerintah (Administered Prices). Sementara terjaganya kondisi pasokan komoditas pangan termasuk tanaman bahan pangan dan hortikultura mampu menahan inflasi pada level yang relatif rendah ditengah peningkatan permintaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan asesemen Bank Indonesia, sepanjang triwulan III 2017 diperkirakan inflasi mencapai sebesar 4,72% (yoy). ​​

Kondisi stabilitas sistem keuangan di Papua masih relatif terjaga. Dari sisi korporasi, asesmen menilai bahwa kinerja sektor korporasi di Papua pada triwulan II 2017 relatif terjaga. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dan liaison yang dilakukan oleh Bank Indonesia memperkuat kondisi tersebut. Kondisi yang sama juga terlihat pada sisi Rumah Tangga, dimana kinerja sektor Rumah Tangga pada triwulan II 2017 masih terjaga dengan positif, tercermin dari kemampuan sektor Rumah Tangga dalam menjaga kondisi keuangan. ​​

Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan IV 2017 berada dikisaran 4,3%-4,7% (yoy) dengan kecenderungan bias bawah. Angka perkiraan tersebut terutama didorong oleh kinerja pertambangan yang diperkirakan meningkat pasca pemberlakuan relaksasi izin ekspor minerba. Meskipun demikian, kebijakan tersebut hanya berlaku hingga awal triwulan IV 2017 (Oktober 2017) sehingga ke depan, kondisi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan investasi perusahaan tambang terbesar di Papua. Terkait kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Papua pada 2017 diperkirakan berada pada kisaran 3,7%-4,1% (yoy) dengan kecenderungan bias atas. Dari sisi tekanan harga, inflasi pada triwulan IV 2017 diperkirakan berada pada kisaran 4,3%-4,7% (yoy) dengan kecenderungan bias atas. Tekanan inflasi volatile foods dan administered price diperkirakan berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan inflasi di akhir tahun. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan inflasi 2017 berpotensi lebih tinggi dari 2016 dan berada pada kisaran 4,3%-4,7% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel