Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku Utara Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 Januari 2020
 
Pertumbuhan Ekonomi Daerah
 
Sesuai siklusnya, perekonomian Maluku Utara pada triwulan II 2018 tumbuh melambat dibanding triwulan I 2018. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 7,31% (yoy) berada diatas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar  5,27% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara pada triwulan II 2018 masih tercatat sebagai lima pertumbuhan tertinggi di Kawasan Timur Indonesia, setelah Papua, Papua Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 disebabkan oleh melambatnya PMTB dan Ekspor Luar Negeri sejalan dengan melambatnya industri pengolahan yang ditenggarai oleh terlambatnya ekspansi produksi dan smelter feronikel serta penurunan ekspor feronikel ke Tiongkok. Sementara dari sisi penawaran, penurunan kinerja dialami oleh lapangan usaha industri pengolahan dan pertambangan yang disebabkan oleh menurunnya produksi bijih nikel pada momen libur panjang perayaan Hari Raya Idul Fitri serta menurunnya ekspor feronikel ke Tiongkok. Selain itu, perlambatan kinerja lapangan usaha industri pengolahan diperkirakan juga disebabkan oleh normalisasi paska puncak pertumbuhan pada tahun 2017 akibat mulai beroperasinya smelter feronikel pada tahun tersebut. Pertumbuhan perekonomian Maluku Utara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 6,52% - 6,92% (yoy). Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang disebabkan oleh normalisasi pasca puncak konsumsi pada triwulan II 2018 akibat momen bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2018. Lapangan usaha industri pengolahan diperkirakan juga mempengaruhi perlambatan pertumbuhan akan mengalami kontraksi akibat dari based effect mulai beroperasinya smelter pada triwulan III di 2017 dan belum terdapat penambahan kapasitas produksi feronikel pada triwulan ini. lapangan usaha pertanian diperkirakan akan menopang pertumbuhan dibanding triwulan III 2018 seiring dengan perbaikan tata kelola dan tata niaga dalam rangka kemandirian pangan khususnya sayur mayur dan barito serta didukung dengan kondisi cuaca yang diperkirakan lebih baik (curah hujan yang lebih sedikit) pada triwulan III 2018.
 
Prospek Perekonomian
Maluku Utara pada triwulan IV 2018 diperkirakan mengalami akselerasi pertumbuhan dari triwulan berjalan dan berada pada kisaran 6,82% – 7,22% (yoy). Dari sisi permintaan, percepatan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh akselerasi pada sektor konsumsi rumah tangga yang disebabkan oleh siklus tingginya konsumsi pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang jatuh pada pada triwulan IV 2018. Selain itu, sektor konsumsi pemerintah juga diperkirakan akan mengalami akselerasi dalam rangka realisasi proyek – proyek pemerintah yang jatuh pada akhir tahun anggaran 2018. Selain itu, PMTB diperkirakan juga akan mengalami percepatan yang ditenggarai dengan rencana pembangunan industri baterai lithium mobil listrik oleh perusahaan Tiongkok dan Perancis di Halmahera Utara yang groundbreaking-nya dilaksanakan pada Agustus 2018. Dengan mempertimbangkan kondisi terkini serta proyeksi triwulan III 2018 tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018 diperkirakan berada pada kisaran 7,03%-7,43% (yoy) lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,67% (yoy). Tekanan inflasi Maluku Utara pada triwulan IV 2018 diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding inflasi triwulan berjalan berada pada kisaran 3,81% – 4,21% (yoy). Peningkatan inflasi di triwulan mendatang, secara umum diperkirakan disebabkan oleh sebagian besar wilayah Maluku Utara telah memasuki puncak konsumsi kedua tahun berjalan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru 2018. Ketergantungan pasokan Maluku Utara baik bahan makanan, sandang, dan kebutuhan sehari – hari lainnya yang didatangkan dari luar provinsi seperti Jawa dan Sulawesi akan mempengaruhi kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, sandang, dan Kesehatan. Adapun HBKN Natal dan Tahun Baru akan mempengaruhi tingginya permintaan biaya angkutan seperti tiket pesawat dan angkutan laut seiring dengan trend peningkatan minyak dan BBM akan mempengaruhi kenaikan inflasi pada kelompok transpor dan bahan bakar. Selain itu, tekanan inflasi kelompok rokok dan tembakau diperkirakan juga akan mendorong kenaikan kenaikan cukai rokok.ekonomian Maluku Utara pada triwulan IV 2018 diperkirakan mengalami akselerasi pertumbuhan dari triwulan berjalan dan berada pada kisaran 6,82% – 7,22% (yoy). Dari sisi permintaan, percepatan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh akselerasi pada sektor konsumsi rumah tangga yang disebabkan oleh siklus tingginya konsumsi pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang jatuh pada pada triwulan IV 2018. Selain itu, sektor konsumsi pemerintah juga diperkirakan akan mengalami akselerasi dalam rangka realisasi proyek – proyek pemerintah yang jatuh pada akhir tahun anggaran 2018. Selain itu, PMTB diperkirakan juga akan mengalami percepatan yang ditenggarai dengan rencana pembangunan industri baterai lithium mobil listrik oleh perusahaan Tiongkok dan Perancis di Halmahera Utara yang groundbreaking-nya dilaksanakan pada Agustus 2018. Dengan mempertimbangkan kondisi terkini serta proyeksi triwulan III 2018 tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018 diperkirakan berada pada kisaran 7,03%-7,43% (yoy) lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,67% (yoy). Tekanan inflasi Maluku Utara pada triwulan IV 2018 diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding inflasi triwulan berjalan berada pada kisaran 3,81% – 4,21% (yoy). Peningkatan inflasi di triwulan mendatang, secara umum diperkirakan disebabkan oleh sebagian besar wilayah Maluku Utara telah memasuki puncak konsumsi kedua tahun berjalan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru 2018. Ketergantungan pasokan Maluku Utara baik bahan makanan, sandang, dan kebutuhan sehari – hari lainnya yang didatangkan dari luar provinsi seperti Jawa dan Sulawesi akan mempengaruhi kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, sandang, dan Kesehatan. Adapun HBKN Natal dan Tahun Baru akan mempengaruhi tingginya permintaan biaya angkutan seperti tiket pesawat dan angkutan laut seiring dengan trend peningkatan minyak dan BBM akan mempengaruhi kenaikan inflasi pada kelompok transpor dan bahan bakar. Selain itu, tekanan inflasi kelompok rokok dan tembakau diperkirakan juga akan mendorong kenaikan kenaikan cukai rokok.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel