​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku  - Mei 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

Perekonomian Provinsi Maluku pada triwulan I-2017 mencatatkan penguatan pertumbuhan. Ekonomi Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan sebesar 6,19% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,91% (yoy). Di sisi penawaran, penguatan pada triwulan I-2017 dipengaruhi oleh menguatnya kinerja administrasi pemerintahan, konstruksi, dan tumbuh stabilnya kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kategori administrasi pemerintahan tumbuh menguat dengan angka pertumbuhan 4,96% (yoy), meningkat dibanding triwulan lalu yang tumbuh 3,22% (yoy). Penguatan tersebut terjadi seiring dengan peningkatan realisasi belanja pada triwulan laporan. Selain itu, kategori konstruksi juga meningkat sejalan dengan peningkatan realisasi pengadaan semen pada triwulan laporan. Kemudian kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh stabil didorong oleh membaiknya kinerja sektor perikanan yang terlihat pada peningkatan produksi perikanan di pelabuhan utama Ambon dan peningkatan realisasi kredit pada kategori ini.

Pencapaian inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan I-2017 terpantau cukup terkendali, meskipun tekanannya sedikit meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan I-2017, inflasi tahunan Maluku tercatat 3,97% (yoy), mengalami peningkatan sebesar 0,71% dibandingkan triwulan IV-2016 yang tercatat sebesar 3,26% (yoy). Realisasi inflasi tersebut cukup terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi Maluku tahun 2017 berdasarkan roadmap Pengendalian inflasi yang disusun oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku yaitu sebesar 4,5% ± 1%.

Meningkatnya laju inflasi tahunan Provinsi Maluku pada triwulan I-2017 didorong oleh Kelompok Bahan Makanan. Inflasi pada kelompok bahan makanan tercatat sebesar 5,00% (yoy), lebih tinggi bandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,61% (yoy). Kelompok bahan makanan menjadi penyumbang atau memberikan andil inflasi tertinggi pada tiwulan laporan sebesar 1,19% (yoy), lebih tinggi dibandingkan sumbangan pada triwulan sebelumnya yaitu 0,83% (yoy). Inflasi pada kelompok Bahan Makanan didorong oleh meningkatnya tekanan inflasi kelompok Bumbu-bumbuan yang menyumbang inflasi hingga 1,49% (yoy), lebih tinggi dibandingkan andil kelompok tersebut pada triwulan sebelumnya sebesar 1,00% (yoy). Cuaca buruk dan kontinuitas pasokan dari Surabaya dan Makassar yang terganggu kembali menyebabkan inflasi komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Stabilitas keuangan daerah Provinsi Maluku pada triwulan I-2017 masih terjaga dengan baik, namun terdapat sumber kerentanan pada kondisi keuangan rumah tangga dan korporasi. Kemudian, pertumbuhan kredit pada sektor rumah tangga meningkat namun dengan kualitas sedikitmenurun.Rasio simpanan rumah tangga terpantau mengalami sedikitpenurunan. Perkembangan tahunan korporasi di Maluku dalam level yang relatif terbatas. Produksi perikanan Maluku terpantau meningkat, dengan tren harga komoditas cenderung membaik. Dominasi kredit rumah tangga serta banyaknya usaha dengan skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pangsa kredit untuk usaha besar (korporasi) di Maluku masih relatif terbatas.

Tingkat intermediasi bank umum di Maluku tercatat sedikit menurun. Penyaluran kredit yang mengalami pertumbuhan terbatas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum yang berlokasi di Maluku mengalami penurunan, yaitu 73% pada triwulan I-2017, masih lebih rendah dibanding tingkat optimal Bank Indonesia, yaitu 80 – 92%. Risiko kredit di Maluku mengalami kenaikan tetapi masih dalam level yang cukup aman. Tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) untuk bank umum di Provinsi Maluku tercatat sebesar 1,50% pada triwulan I-2017, sedikit meningkat dibandingkan triwulan lalu yang tercatat 1,45%. Tingkat NPL ini masih cukup rendah dan terkait dengan kenaikan nominal kredit bermasalah, khususnya di Sektor Konstruksi serta Perdagangan Besar dan Eceran.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel