KEKR Provinsi Lampung Periode Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Juli 2020

Pertumbuhan Ekonomi ​

Ditengah proses konsolidasi perekonomian nasional yang belum secepat ekspektasi, ekonomi Lampung mampu mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi pada triwulan-IV 2017, yakni sebesar 5,31% (yoy), melampaui pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,21% (yoy). Meningkatnya laju pertumbuhan dimaksud yang terutama ditopang oleh menguatnya konsumsi rumah tangga serta akselerasi investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung pada keseluruhan tahun 2017 mencapai 5,17% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2016 sebesar 5,15% (yoy), serta masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan Sumatera tahun 2017 masing-masing sebesar 5,07% (yoy) dan 4,30% (yoy). ​

Di sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung terutama didorong oleh pertumbuhan investasi yang mampu tumbuh di atas rata-rata historisnya selama 5 (lima) tahun terakhir, serta membaiknya realisasi belanja pemerintah daerah. Namun demikian, konsumsi rumah tangga mulai mengalami perlambatan pertumbuhan bahkan tercatat paling rendah selama 3 (tiga) tahun terakhir. Di sisi penawaran, motor penggerak perekonomian Lampung bersumber dari sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor. ​

Memasuki triwulan I 2018, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan masih akan tumbuh cukup tinggi meski tidak setinggi triwulan IV 2017, dengan motor pertumbuhan masih akan bersumber dari konsumsi rumah tangga dan investasi yang didukung rendahnya laju inflasi serta akselerasi proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung diperkirakan akan mengalami pertumbuhan seiring perbaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Sementara itu, secara sektoral perkiraan pertumbuhan ekonomi Lampung yang tidak setinggi triwulan sebelumnya diindikasikan oleh pertumbuhan lapangan usaha konstruksi yang melambat dari periode sebelumnya seiring dengan telah rampungnya sebagian proyek strategis diantaranya dua segmen jalan tol Trans Sumatera. Namun demikian, masih tingginya pertumbuhan di triwulan I 2018 ditopang oleh pertumbuhan sektor pertanian yang meningkat sejalan dengan berlangsungnya panen raya di periode tersebut. ​

Keuangan Pemerintah ​

Total anggaran pengeluaran pemerintah di Provinsi Lampung untuk tahun 2017 mencapai Rp30,72 triliun yang meliputi belanja APBD Provinsi Lampung sebesar Rp7,91 triliun (pangsa 25,76%), APBD kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebesar Rp22,52 triliun (pangsa 73,29%), dan APBN sebesar Rp0,3 triliun (pangsa 0,94%). Komposisi belanja pegawai masih mendominasi pada tahun 2017, khususnya pada anggaran belanja Kab/kota. Meskipun demikian, komitmen pemerintah daerah terhadap pengeluaran yang bersifat produktif semakin tinggi yang ditunjukkan dengan meningkatnya pangsa anggaran belanja modal. Adapun realisasi anggaran belanja daerah Provinsi serta Kabupaten/Kota di Lampung sampai dengan triwulan-IV 2017 tercatat secara nominal lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu seiring dengan meningkatnya belanja operasi dan belanja modal. ​

Sementara itu, APBD Provinsi Lampung tahun 2018 telah disahkan dengan nilai anggaran pendapatan sebesar Rp7,50 triliun, menurun dibandingkan APBD-P tahun 2017 seiring dengan penambahan target yang cukup tinggi di akhir tahun 2017. Sementara itu, anggaran belanja ditetapkan sebesar Rp8,11 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan penambahan target belanja operasi, belanja modal dan transfer. Adapun, ketergantungan fiskal Provinsi Lampung terhadap Pemerintah Pusat di tahun 2017 dan 2018 tercatat masih tinggi sehingga dapat berimplikasi pada terbatasnya diskresi Pemerintah Daerah dalam melakukan inovasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. ​

Inflasi

Secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada triwulan IV 2017 tercatat pada level yang cukup rendah sebesar 3,02% (yoy), jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (September 2017) yang sebesar 3,85% (yoy) dan juga lebih terkendali dibandingkan inflasi Sumatera sebesar 3,31% (yoy). Penahan laju inflasi terbesar pada triwulan IV 2017 berasal dari kelompok volatile food sebagai fokus pengawasan dari Tim Kerja Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Secara tahunan, menurunnya tekanan inflasi tersebut dibandingkan triwulan sebelumnya terutama bersumber dari berlangsungnya koreksi harga pangan antara lain bawang merah dan bawang putih di tengah relatif terkendalinya kenaikan harga pangan lainnya dan juga tarif angkutan, didukung kebijakan pengendalian harga pemerintah dan koordinasi pengendalian inflasi yang efektif melalui TPID. ​

Berdasarkan kota perhitungan IHK, inflasi IHK kota Metro tercatat lebih rendah dibandingkan kota Bandar Lampung, dan rata-rata inflasi kota-kota perhitungan IHK di Sumatera. Adapun secara nasional, inflasi IHK Provinsi Lampung tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi IHK Nasional yang tercatat sebesar 3,61% (yoy). Meskipun terkendali, tantangan pengendalian inflasi Provinsi Lampung kedepan masih cukup besar diantaranya bersumber dari inflasi kelompok volatile food, kelompok administered prices dan kelompok core seiring dengan berlangsungnya Pilkada serentak di tahun 2018. ​

Memasuki triwulan I 2018, Provinsi Lampung mencatatkan inflasi IHK sebesar 1,28% (mtm) di Januari 2018, tertinggi jika dibandingkan dengan 3 (tiga) tahun kebelakang. Tingginya tekanan inflasi ini terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok pangan (volatile food) terutama beras dan cabai akibat terbatasnya pasokan karena belum masuknya musim panen. Meski demikian, diperkirakan tekanan inflasi pangan akan berkurang di Februari dan Maret 2018 seiring dengan mulai masuknya musim panen. ​

Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan UMKM ​

Ditengah lambatnya proses pemulihan kondisi perekonomian global dan domestik, ketahanan sektor rumah tangga sebagai penopang perekonomian Lampung terjaga baik seiring pola historisnya, sejalan dengan permintaan yang meningkat menjelang liburan akhir tahun dan didukung tingkat inflasi yang terkendali. Di sisi lain, proses konsolidasi perekonomian global yang masih berlangsung cukup berpengaruh pada belum stabilnya pergerakan harga komoditas perkebunan serta faktor cuaca yang mempengaruhi produksi, secara keseluruhan menjadi faktor penahan kinerja korporasi pada akhir tahun 2017, meskipun secara keseluruhan, pertumbuhan dan ketahanan sektor korporasi Lampung masih cukup terjaga. Ke depan, optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi 6 bulan mendatang diperkirakan masih cukup baik terutama didorong keyakinan masyarakat akan meningkatnya ketersediaan lapangan kerja. ​

Kinerja perbankan Provinsi Lampung pada triwulan laporan yang dilihat dari pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit Bank Umum dan Bank Syariah tercatat melambat. Meskipun demikian, kualitas kredit Bank Umum tercatat membaik dari rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Dukungan perbankan terhadap UMKM tercatat meningkat dengan rasio NPL yang membaik. Di sisi lain, kinerja pembiayaan Bank Syariah perlu mendapat perhatian, mengingat rasio Non-Performing Financing akhir tahun yang tercatat cukup tinggi meskipun masih terjaga di bawah threshold 5%. ​

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran & Pengelolaan Uang Rupiah ​

Sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang lebih baik di triwulan-IV 2017, aliran outflow uang kartal di provinsi Lampung tercatat meningkat cukup signifikan, begitu juga pada transaksi non tunai RTGS dan kliring serta penggunaan uang elektronik untuk aktivitas pembayaran. ​

Adapun dalam rangka mendorong clean money policy dan meningkatkan kualitas uang beredar di masyarakat, KPw BI Provinsi Lampung senantiasa terus melakukan peningkatan intensitas kas keliling, perluasan kerjasama penukaran uang dengan Perbankan, serta edukasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Keberhasilan dari upaya – upaya tersebut tercermin dari peningkatan soil level yang lebih baik untuk pecahan kecil (UPK) maupun pecahan besar (UPB). ​

Dalam rangka implementasi elektronifikasi pembayaran Jalan Tol Trans Sumatera (JJTS) khususnya pada dua ruas jalan tol yang telah diresmikan pada Januari 2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung terus melakukan koordinasi dengan pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Perbankan, termasuk terus berupaya mensosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai untuk memperluas edukasi terkait elektronifikasi dan keuangan inklusif kepada masyarakat di Provinsi Lampung, disamping penyediaan uang elektronik yang memadai. ​

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan ​

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Lampung pada periode Agustus 2017 menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ditandai dengan turunnya pertumbuhan tingkat pengangguran dan angka pengangguran terbuka (TPT) sebesar -6,27% (yoy), meski jumlah penduduk yang siap bekerja dan berusia kerja (angkatan kerja) tercatat menurun. Apabila dilihat dari status pekerjaan utama, sektor informal masih mendominasi penyerapan tenaga kerja yang menggambarkan kualitas tenaga kerja di Lampung masih cukup rendah sejalan dengan 44,57% angkatan kerja merupakan lulusan SD ke bawah. ​

Kondisi ini juga sejalan dengan membaiknya kesejahteraan petani yang tercemin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang tercatat mengalami peningkatan di triwulan IV 2017 menjadi sebesar 107,02 dibandingkan triwulan sebelumnya (105,00). Hal ini didorong oleh relatif tingginya pertumbuhan indeks yang diterima (It) dibandingkan indeks yang dibayarkan (Ib) petani. Secara sektoral, terdapat 4 sektor yang mengalami peningkatan NTP, yaitu sektor Padi & Palawija, Perkebunan, Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Sedangkan sektor Hortikultura dan Peternakan mengalami penurunan NTP Kedepan, kesejahteraan petani masih rentan apabila ketergantungan Lampung terhadap ekonomi yang berbasis komoditas masih tinggi mengingat harga komoditas yang cenderung berfluktuasi. ​

Ditengah kondisi tersebut, jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung telah menunjukkan kecenderungan turun, namun rata-rata persentase penduduk miskin Lampung selama 3 tahun terakhir masih tergolong tinggi dan berada diatas rata-rata persentase penduduk miskin nasional. Oleh karena itu program pengentasan kemiskinan yang telah dijalankan terutama di wilayah pedesaan perlu diperkuat dengan upaya mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga komoditas yang diproduksi. ​

Prospek Pertumbuhan Ekonomi ​

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II 2018 diperkirakan berada pada kisaran 5,1%-5,5% (yoy) dengan potensi bias keatas sedikit melebihi risiko menyimpang ke posisi yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga dapat melebihi pertumbuhan triwulan sebelumnya. Konsumsi swasta diperkirakan akan menjadi lokomotif pendorong pertumbuhan sesuai pola musiman hari besar keagamaan dan libur sekolah, disamping laju investasi khususnya investasi bangunan, dengan potensi bias ke atas ditunjang antara lain akselerasi penyelesaian infrastruktur strategis dan penyelenggaraan pilkada. Pertumbuhan belanja pemerintah diperkirakan akan sedikit terkoreksi meski juga berpotensi bias keatas, sedangkan net ekspor diperkirakan akan terkoreksi seiring tingginya impor barang konsumsi dan bahan baku industri dalam merespon kenaikan permintaan, ditengah peluang apresiasi harga komoditas ekspor yang terbatas. Secara sektoral, siklus peningkatan produksi sektor pertanian khususnya tanaman pangan, serta menguatnya permintaan domestik yang mendorong kenaikan perdagangan diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan. ​

Inflasi

Prospek inflasi triwulan II 2018 diperkirakan akan tetap terkendali pada kisaran 3,5%±1% (yoy), seiring siklus peningkatan produksi pangan dan kuatnya dukungan kebijakan pengendalian harga beberapa komoditas volatile oleh pemerintah. Faktor musiman meningkatnya permintaan bersamaan dengan perayaan hari besar keagamaan dan libur sekolah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi meskipun masih dalam taraf yang terkendali. ​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel