Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Timur Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 Januari 2020

Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan I 2018 tumbuh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Ekonomi Kaltim triwulan I 2018 tercatat tumbuh 1,8% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan IV 2017 yang tumbuh 1,6% (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan I 2018 didorong oleh peningkatan kinerja lapangan usaha industri pengolahan. Peningkatan kapasitas produksi lifting pada salah satu blok gas di wilayah Kaltim mendorong pasokan gas sebagai input dari industri LNG Kaltim sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja industri pengolahan triwulan I 2018. Lebih lanjut, beberapa lapangan usaha utama lainnya seperti pertanian, konstruksi, perdagangan dan transportasi juga tumbuh positif dan memberikan andil pertumbuhan positif terhadap ekonomi Kaltim triwulan I 2018. Di sisi pengeluaran, kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh positif pada triwulan I 2018, didorong oleh investasi bangunan yang bersumber dari pemerintah daerah. Sejalan dengan peningkatan PMTB, konsumsi pemerintah juga mengalami akselerasi pada triwulan I 2018 yang dipengaruhi oleh aktivitas Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Provinsi Kaltim. Lebih lanjut, kinerja konsumsi rumah tangga juga tetap positif dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 0,4% (yoy) terhadap ekonomi Kaltim triwulan I 2018. Di sisi lain, penurunan kinerja lapangan usaha utama (pertambangan) yang dipengaruhi oleh tingginya curah hujan dan penurunan permintaan dari India berdampak pada terkontraksinya kinerja perdagangan luar negeri Kaltim triwulan I 2018.

Sementara itu, inflasi Kaltim triwulan I 2018 tetap terjaga pada level yang rendah dan stabil sebesar 2,59% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017 sebesar 3,15% (yoy). Meredanya tekanan inflasi kelompok administered prices dan kelompok inti menjadi faktor penahan laju inflasi Kaltim triwulan I 2018. Walaupun demikian, peningkatan tekanan inflasi kelompok volatile food yang dipengaruhi oleh komoditas daging ayam ras dan beras menjadi risiko peningkatan inflasi pada periode laporan. Pada April 2018, inflasi Kaltim tercatat 0,30% (mtm) atau secara tahunan sebesar 2,76% (yoy). Peningkatan inflasi April 2018 dipengaruhi oleh naiknya harga pada kelompok volatile food sehingga inflasi Kaltim sampai dengan April 2018 tercatat 0,90% (ytd).

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Kaltim triwulan II 2018 akan melanjutkan peningkatannya, lebih baik dibandingkan triwulan I 2018. Berlanjutnya peningkatan kinerja industri pengolahan dan perbaikan pada lapangan usaha utama menjadi faktor pendorong ekonomi Kaltim triwulan II 2018. Lebih lanjut, peningkatan lapangan usaha perdagangan, transportasi dan konsumsi rumah tangga pada periode Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sesuai dengan pola seasonalnya juga menjadi upside risk bagi perekonomian Kaltim triwulan II 2018. Sementara itu, kenaikan harga pada kelompok volatile food dan inflasi kelompok administered prices selama periode Ramadhan dan HBKN menjadi risiko utama bagi perkembangan inflasi Kaltim triwulan II 2018. Secara kumulatif tahun 2018, ekonomi Kaltim diperkirkan tumbuh pada rentang 2,6-3,0% (yoy) sementara tingkat inflasi diperkirakan tetap berada rentang target inflasi nasional sebesar 3,5±1,0% (yoy).

Bank Indonesia terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel