Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Timur Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020

Ekonomi Kalimantan Timur triwulan IV 2018 tumbuh 5,14% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja ekonomi Kaltim periode tersebut sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia tetapi sedikit lebih rendah dibandingkan capaian nasional sebesar 5,18% (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang relatif tinggi pada triwulan IV 2018 ditopang oleh akselerasi lapangan usaha pertambangan di sisi lapangan usaha dan investasi di sisi pengeluaran. Pertambangan Kaltim triwulan IV 2018 meningkat sejalan dengan upaya pelaku usaha untuk mencapai target produksi tahunan (2018). Curah hujan yang tinggi pada paruh pertama tahun 2018 menyebabkan produksi pada periode tersebut kurang optimal. Akibatnya, produksi dimaksimalkan pada tengah tahun kedua. Disamping optimalisasi produksi, terdapat penambahan kuota produksi oleh beberapa perusahaan tambang yang disetujui pemerintah pada triwulan III 2018. Hal ini menyebabkan penambahan produksi baru dapat dilakukan pada triwulan berikutnya. Selain lapangan usaha pertambangan, jasa keuangan Kaltim juga tercatat mengalami akselerasi. Kinerja jasa keuangan yang terukur melalu kredit tercatat tumbuh sebesar 16,72% (yoy). Pertumbuhan kredit bersumber dari sektor pertambangan sejalan dengan harga yang masih tercatat diatas US$90/mt. Di sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi dan konsumsi rumah tangga. Peningkatan kinerja investasi disebabkan oleh ekspansi usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha tambang untuk menjaga target produksi tahun 2018. Disamping itu, harga batubara yang masih dalam tren tinggi memberikan persepsi positif kepada investor tambang dalam negeri sehingga terjadi investasi mengalami akselerasi. Adapun konsumsi rumah tangga tumbuh lebih tinggi sejalan dengan masuknya periode libur sekolah dan HBKN.

Inflasi Kaltim triwulan IV 2018 tercatat 3,24% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Dibandingkan nasional, tekanan inflasi Kaltim lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,13%(yoy). Namun demikian, capaian inflasi Kaltim triwulan IV 2018 masih berada dalam rentang target 3,5±1%. Inflasi yang lebih rendah bersumber dari meredanya tekanan kelompok inflasi untuk kelompok bahan makanan dan transpor, komunikasi, dan jasa keuangan. Berdasarkan komoditasnya, deflasi ikan layang/benggol berdampak pada penurunan tekanan inflasi keseluruhan triwulan IV 2018. Sementara itu, penurunan tekanan inflasi kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan bersumber dari harga tiket pesawat yang relatif lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Harga tiket yang relatif lebih rendah disebabkan oleh tingginya permintaan pada triwulan III 2018 untuk pemenuhan manpower, utamanya perusahaan tambang yang pada periode tersebut sedang dalam fase peningkatan produksi.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel