​Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Utara Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

Perkembangan Ekonomi Makro Daerah

Perekonomian Kaltara (ADHK 2010) pada triwulan II 2018 mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2018 tercatat 4,6% (yoy) lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,6% (yoy). Meskipun pertumbuhan ekonomi Kaltara melambat, namun secara spasial pertumbuhan ekonomi Kaltara masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi se-Kalimantan yang tumbuh sebesar 3,3% (yoy). Sementara itu, capaian pertumbuhan ekonomi Kaltara tersebut berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh 5,3% (yoy) pada triwulan II 2018.

Dari sisi pengeluaran, melambatnya pertumbuhan investasi (PMTB) dan kinerja net ekspor antar daerah yang mengalami kontraksi menjadi penyebab melambatnya ekonomi Kaltara triwulan II 2018. Investasi tumbuh melambat dipengaruhi oleh melambatnya kinerja investasi bangunan terutama dari swasta. Kinerja perdagangan antardaerah mengalami perlambatan ditengah penurunan ekspor ke daerah lain sejalan dengan penurunan produksi industri pengolahan. Sementara itu, impor antar daerah meningkat seiring dengan menguatnya kebutuhan barang konsumsi saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Keuangan Pemerintah Daerah

Realisasi pendapatan APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan realisasi pendapatan terjadi di seluruh komponen pendapatan. Dampak peningkatan pada realisasi pendapatan juga berimbas pada realisasi belanja yang menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Penyerapan oleh komponen pendapatan di triwulan II 2018 sebesar Rp1,16 triliun lebih tinggi dibandingkan penyerapan pada triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,03 trilun. Sementara itu, komponen belanja turut meningkat menjadi Rp 747 miliar pada triwulan II 2018 lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 sebesar dari Rp647 miliar.

Perkembangan Inflasi Daerah

IInflasi Kaltara pada triwulan II 2018 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi Kaltara pada triwulan II 2018 tercatat 3,02% (yoy) , lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Namun demikian, peningkatan inflasi Kaltara tersebut berbeda dengan inflasi nasional yang mengalami penurunan dari 3,40% (yoy) pada triwulan I 2018 menjadi 3,12% (yoy) pada triwulan II 2018. Secara spasial di wilayah Kalimantan, inflasi Kaltara pada triwulan II lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi keseluruhan Kalimantan dan merupakan provinsi dengan angka inflasi paling tinggi di Kalimantan setelah Kalbar dan Kalteng. Berdasarkan kelompok barangnya, terdapat peningkatan tekanan inflasi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan serta bahan makanan menjadi penyebab meningkatnya inflasi Kaltara triwulan II 2018. Inflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada triwulan II 2018 tercatat 6,51% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 0,21% (yoy). Meningkatnya tarif angkutan udara menjadi dampak peningkatan kelompok tersebut. Disamping itu, inflasi kelompok bahan makanan tercatat 3,72% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,57% (yoy). Peningkatan angka inflasi pada kelompok ini terutama disebabkan tingginya harga komoditas bahan makanan memasuki momen Ramadhan dan Lebaran. Kemudian, inflasi kelompok lainnya tercatat relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya.

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Beberapa indikator utama kinerja perbankan Kaltara tercatat mengalami peningkatan. Aset, kredit, dan DPK perbankan Kaltara tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun demikian, perbaikan kinerja keuangan perbankan tersebut belum mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2018. Di tengah meningkatnya penyaluran kredit perbankan Kaltara, kualitas kredit perbankan Kaltara tercatat semakin membaik. Hal tersebut terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) penyaluran kredit di wilayah Kaltara yang terjaga pada level 0,87%. Pertumbuhan DPK perbankan Kaltara pada triwulan II-2018 tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya didorong oleh meningkatnya pertumbuhan pada seluruh jenis simpanan yaitu giro, tabungan, dan deposito.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Pada Triwulan II 2018, jumlah transaksi yang menggunakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di wilayah Kaltara mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan I 2018. Nominal transaksi SKNBI Triwulan II 2018 tercatat Rp 1,06 triliun atau sebesar 16,54% (yoy) lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan nominal transaksi Rp 1,03 triliun atau sebesar 2,3% (yoy).) tercatat Rp 1,05 triliun. Nilai uang yang masuk ke Bank Indonesiai (inflow) tercatat Rp 286,63 miliar. Dengan demikian Kaltara mengalami posisi net outflow sebesar Rp762,79 miliar. Posisi net outflow mengindikasikan suatu kondisi dimana lebih banyak uang yang keluar dibandingkan uang yang masuk ke Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara. Tingginya aliran outflow dampak dari adanya momen hari besar keagamaan yaitu momen Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kaltara berdasarkan rilis ketenagakerjaan meningkat dari 68,33% pada Februari 2017 menjadi 70,06% pada Februari 2018. Kenaikan TPAK disumbang oleh adanya peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja lebih besar dibandingkan dengan peningkatan jumlah penduduk usia 15 tahun keatas. Tingkat Pengangguran Terbuka Kaltara tercatat mengalami penurunan dari 5,17% pada Februari 2017 menjadi 4,68% di Februari 2018. Tingkat kesejahteraan di Kaltara mengalami perbaikan yang ditunjukkan oleh penurunan persentase penduduk miskin dibandingkan periode sebelumnya. Persentase penduduk miskin di Kalimantan Utara mengalami penurunan dari 7,22% pada Maret 2017 menjadi 7,02% pada Maret 2018.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Kaltara pada triwulan IV 2018 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltara diperkirakan berada dalam range sebesar 7,10% - 7,50% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, meningkatnya ekonomi Kaltara bersumber dari peningkatan kinerja lapangan usaha pertambangan dan konstruksi.

Secara kumulatif tahunan, ekonomi Kaltara tahun 2018 diperkirakan tetap akan tumbuh positif meskipun tidak sekuat tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltara diperkirakan berada dalam range sebesar 5,80% - 6,20% (yoy). Melambatnya kinerja lapangan usaha pertambangan dipengaruhi oleh level kenaikan harga yang tidak setinggi tahun sebelumnya menjadi faktor utama perlambatan ekonomi Kaltara tahun 2018.

Inflasi Kaltara tahun 2018 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat inflasi Kaltara pada tahun 2018 diperkirakan berada pada range 3,40% – 3,80% (yoy). Meningkatnya tekanan inflasi Kaltara tahun 2018 disebabkan kenaikan harga pada kelompok transportasi dan bahan makanan

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel