Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
22 Januari 2020
Profil Provinsi Kalimantan Selatan
Pilih Provinsi    
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan migas atas dasar harga berlaku tahun 2004 adalah Rp24.429 miliar sedangkan atas dasar harga konstan (1993) adalah Rp7.548 miliar. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,14 juta jiwa, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.775 ribu, sedangkan atas dasar harga konstan Rp2.402 ribu. Ada pun pertumbuhan ekonomi selama empat tahun terakhir adalah tahun 2001 (3,56%), tahun 2002 (3,34%), tahun 2003 (4,31%) dan tahun 2004 (4,91%). Sementara itu secara sektoral PDRB 2004 masih didominasi oleh sektor pertanian (21.06%), pertambangan (17.74%), industri pengolahan (14,14%), dan perdagangan (14,50%), dengan rincian sektoral sebagai berikut.

a. Pertanian
Hasil utama pertanian adalah padi, di samping jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan buah-buahan terdiri dari jeruk, pepaya, pisang, durian, rambutan, kasturi dan langsat. Sementara itu untuk produk perikanan yang paling populer adalah ikan papuyu dan seluang.

b. Industri Pengolahan
Jenis komoditi andalan ekspor adalah plywood, SIR (karet), RSS, lampit rotan, dan moulding.

c. Pertambangan
Pertambangan didominasi batu bara, di samping minyak bumi, emas, intan, kaloin, marmer, dan batu-batuan.

d. Perdagangan 
Perdagangan di Kalimantan Selatan yang menunjang ekspor non migas yaitu komoditi kayu/plywood, karet, rotan, perikanan, dan lainnya.

e. Perbankan
Jumlah lembaga perbankan di Kalimantan Selatan terdiri dari 15 bank umum konvensional, 6 bank umum syariah, 24 bank perkreditan rakyat (BPR) serta 1 BPR Syariah, dengan jaringan sebanyak 196 kantor, dan dukungan 123 ATM

PRODUK BARANG KERAJINAN DAN MAKANAN KHAS BANJAR

1. Kain Batik Sasirangan
Sasirangan adalah jenis batik khas Kalimantan Selatan yang diproduksi secara tradisional. Motif khas yang terkenal antara lain, motif Gigi Haruan, Naga Balimbur, Junjung Buih, dan Gajah Gemuling.

2. Lampit Rotan
Lampit adalah sejenis karpet yang terbuat dari rotan dan inti rotan. Karpet dengan bahan dasar rotan dikenal dengan sebutan karpet/lampit rotan (Rattan Carpet) sedangkan dengan bahan dasar inti rotan dikenal dengan sebutan karpet Saburina (Rattan Saburina). Kedua jenis lampit rotan tersebut merupakan komoditas ekspor Provinsi Kalimantan Selatan.    

3. Perhiasan Intan
Pusat perdagangan perhiasan intan terletak di Martapura, Kabupaten Banjar, sekitar 30 km dari Banjarmasin. Di lokasi ini, berdiri Proyek Pengembangan Penggosokan Intan (P3I) yang berada di bawah pengelolaan dan pembinaan KOPEBI Banjarmasin yang dikukuhkan dengan berita acara serah terima tanggal 21 Januari 1997 antara Pemimpin Bank Indonesia Banjarmasin kepada Ketua KOPEBI Banjarmasin.

4. Makanan Khas
  • ​Ikan Saluang  : sejenis ikan kecil yang biasa dikonsumsi masyarakat Banjar baik untuk lauk pauk makanan maupun makanan ringan.
  • Buah Kasturi  : sejenis mangga yang berukuran kecil berwarna merah jingga dan sangat harum dengan rasa manis.
  • Jeruk Sungai Madang  : jeruk khas Kalimantan Selatan dengan rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jeruk yang ada di Kalimantan. Umumnya terdapat di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tapin.
  • Kue Bingka : sejenis kue yang terbuat dari terigu berbentuk poding dengan cita rasa beraneka seperti tapai,  kentang, telor, nangka, dan lainnya.
  • Amplang : sejenis kerupuk yang terbuat dari ikan Tenggiri yang renyah dan gurih
  • Kue Lam Barabai : sejenis kue yang terbuat dari telor dan terigu dengan bentuk dan rasa manis yang khas dari Kabupaten Barabai.
  • Dodol Kandangan : sejenis makanan yang terbuat dari ketan, kelapa, dan gula merah dengan aroma yang harum khas dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
  • Dendeng Itik : makanan khas yang berasal dari daerah Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Show Left Panel