Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan November 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 tumbuh sebesar 3,72% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,20% (yoy). Pada sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi utamanya bersumber dari melambatnya pertumbuhan konsumsi pemerintah, ekspor dan impor. Sementara itu, konsumsi RT dan investasi tumbuh meningkat. Pada sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari melambatnya kinerja sektor pertanian, pertambangan dan PHR. Sementara itu, sektor industri pengolahan tumbuh meningkat.

KEUANGAN PEMERINTAH

Realisasi serapan pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 tercatat sebesar 78,58% dari pagu APBD 2019, lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 74,42%. Adapun realisasi serapan belanja daerah tercatat sebesar 57,18% dari pagu APBD 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar 54,15%.

Realisasi serapan pendapatan negara di Kalimantan Selatan pada triwulan II-2019 tercatat sebesar 68,63% dari pagu APBN di Kalimantan Selatan 2019, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi serapan %. Realisasi belanja Negara di Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 sebesar 72,02% dari pagu APBN 2019, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 66,85%.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Secara tahunan (yoy), inflasi IHK Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 meningkat dibandingkan triwulan II-2019. Di sisi lain, secara triwulanan (qtq) IHK Kalimantan Selatan mencatatkan deflasi. Secara tahunan (yoy), inflasi triwulan III-2019 tercatat sebesar 4,05% (yoy), lebih tinggi dari triwulan lalu (4,01% yoy). Inflasi tahunan (yoy) yang lebih tinggi bersumber dari meningkatnya inflasi komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP) dan Inti (Core), sedangkan inflasi komponen Bergejolak (Volatile Food/VF) tercatat lebih rendah. Meskipun inflasi IHK secara tahunan naik, pencapaiannya masih terkendali dalam sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan Nasional (3,5±1%).

STABILITAS KEUANGAN DI DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 berdasarkan lokasi proyek tercatat sebesar Rp67,99 triliun atau tumbuh 5,02% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,18% (yoy); sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan kredit terutama bersumber dari kredit investasi. Secara sektoral perlambatan utamanya bersumber dari sektor pertambangan dan perdagangan, hotel, dan restoran (PHR). Adapun kualitas kredit yang disalurkan mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 3,78%, lebih tinggi dibandingkan triwulan II–2019 yang sebesar 2,98%.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan III-2019 tercatat sebesar Rp54,06 triliun atau tumbuh 10,64% (yoy), relatif stabil dibandingkan triwulan II-2019 yang tumbuh 10,62% (yoy).

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Pada triwulan II-2019, transaksi kliring terkontraksi sebesar 8,83% (yoy), lebih dalam dari kontraksi triwulan I-2019 yang sebesar 6,10% (yoy). Adapun transaksi real time gross settlement (RTGS) terkontraksi sebesar 2,71% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 15,87% (yoy).

Perlambatan transaksi kliring dan RTGS sejalan dengan perlambatan konsumsi rumah tangga serta lemahnya kinerja sektor utama yaitu sektor pertambangan dan industri pengolahan pada triwulan II-2019. Aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 mengalami aliran masuk bersih (net inflow) sebesar Rp708 miliar, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami aliran masuk bersih sebesar Rp2,52 triliun. Kondisi ini sesuai pola historis seiring normalisasi pasca tingginya permintaan terhadap uang kartal saat Ramadhan dan Idulfitri serta persiapan tahun ajaran baru pada periode sebelumnya.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan pada triwulan III-2019 memperlihatkan perbaikan, terindikasi dari Tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang menurun dari 4,50% pada Agustus 2018 menjadi 4,31% pada Agustus 2019, meskipun masih dalam level yang pesimis.

Namun demikian kinerja PDRB sektor utama yaitu sektor pertambangan dan sektor industi pengolahan membuat kondisi ketenagakerjaan masih berada di level yang pesimis, meskipun membaik. Adapun perbaikan terutama berasal dari meningkatnya kinerja PDRB sektor pertanian.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan 2020 diprakirakan mencatat peningkatan dari prakiraan tahun sebelumnya, bersumber dari konsumsi RT didorong kenaikan UMP Nasional serta peningkatan Investasi sejalan dengan peningkatan sektor konstruksi terkait beberapa proyek strategis yang masih berlanjut. Di sisi penawaran, kinerja Industri Pengolahaan mengalami peningkatan didiorong implementasi kebijakan B30 dan peningkatan pada sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran terkait adanya beberapa event Nasional yang akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2020.

Inflasi IHK tahunan (yoy) pada tahun 2020 diprakirakan lebih rendah dari tahun 2019 didorong terkendalinya inflasi komponen Bergejolak (Volatile Food/VF) ditengah tekanan dari komponen Diatur Pemerintah (Administered Price/AP). Inflasi IHK secara keseluruhan tahun 2020 diprakirakan lebih rendah dari tahun 2019 dan dapat tetap dijaga ke arah sasaran inflasi Kalimantan Selatan dan nasional yaitu sebesar 3,0±1%. Hal ini didukung oleh penguatan produksi pangan, penguatan pasokan melalui kerjasama antardaerah, perluasan jaringan distribusi, pemanfaatan aplikasi pemasaran pertanian, dan berbagai program TPID lainnya.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel