​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Selatan Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

​Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan II-2017 tumbuh sebesar 5,15% yoy, melambat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,30% yoy. Pada sisi permintaan, perlambatan bersumber dari melemahnya konsumsi Pemerintah yang pada triwulan II-2017 terkontraksi lebih dalam dari kontraksi triwulan sebelumnya. Sebagaimana nasional, pelemahan konsumsi pemerintah diantaranya karena faktor konsolidasi penghematan belanja barang untuk dialihkan ke belanja infrastruktur dan pergeseran gaji ke-13 ke triwulan III-2017. Sementara, konsumsi RT masih tumbuh meningkat sejalan dengan masih baiknya kinerja ekspor dan peningkatan belanja saat Ramadhan dan Iedul Fitri. Investasi juga masih tumbuh meningkat merespons kinerja ekspor yang masih positif.

Dari sisi penawaran, perlambatan utamanya bersumber dari melemahnya kinerja sektor pertanian dan sektor industri terkait periode panen tabama yang mengalami gangguan cuaca dan belum memasuki puncak panen, serta kinerja industri berbasis perkebunan yang terpengaruh harga CPO dan karet yang terkoreksi. Hal ini mempengaruhi kinerja sektor PHR yang melemah terkait melemahnya volume komoditas perdagangan kedua sektor tersebut. Di sisi lain, kinerja sektor tambang masih bertahan baik ditopang perekonomian Tiongkok yang lebih baik dari prakiraan berbagai analis di tengah sedikit terkoreksinya harga batubara. Kinerja sektor konstruksi dan sektor transportasi komunikasi tumbuh meningkat ditopang meningkatnya kegiatan investasi dan semakin luasnya penetrasi 4G dan layanan kabel optik.

Laju inflasi tahunan pada triwulan II-2017 tercatat sebesar 4,20%(yoy), meningkat dibandingkan triwulan I-2017 yang sebesar 4,02% (yoy). Peningkatan inflasi utamanya disebabkan oleh kenaikan permintaan pada masa Ramadhan dan Hari Raya Iedul Fitri. Adapun sumber peningkatan berasal dari meningkatnya komponen administered prices, khususnya dari angkutan udara dan tarif listrik, seiring dengan kebijakan Pemerintah mengenai penghapusan subsidi listrik 900VA yang terjadi sejak Januari 2017. Laju inflasi ditahan oleh meredanya tekanan inflasi komponen volatile foods dan inflasi inti pada triwulan-II 2017 didukung produksi yang meningkat dan distribusi pasokan yang terjaga dengan baik.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2017 diprakirakan tumbuh melambat seiring berlanjutnya penurunan harga komoditas meski lebih moderat yang berdampak kepada kinerja ekspor.

Inflasi IHK Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2017 diprakirakan naik, namun masih dalam kisaran target 41% (yoy), seiring dengan adanya risiko gangguan pasokan barang akibat cuaca dan gelombang tinggi serta meningkatnya permintaan berkenaan dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru khususnya pada angkutan udara dan barang konsumsi.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel