Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat Februari 2019​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 Januari 2020
Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan IV 2018 tumbuh 5,07% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,97%, yoy). Dari sisi permintaan, meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2018 disebabkan oleh peningkatan kinerja yang terjadi pada komponen ekspor. Dari sisi penawaran, peningkatan terutama didorong oleh kinerja lapangan usaha (LU) pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil; serta pertambangan dan penggalian.
 
Memasuki triwulan I 2019, perekonomian diperkirakan akan melambat sebagai dampak dari antara lain melambatnya konsumsi rumah tangga pasca rangkaian kegiatan akhir tahun. Selain itu kinerja ekspor diprakirakan masih terbatas. Pada sisi penawaran, perlambatan kinerja diperkirakan akan terjadi di antaranya pada (LU) industri pengolahan didorong oleh prakiraan masih terbatasnya kinerja ekspor di awal 2019.
 
Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2018 tercatat sebesar 3,85% (yoy) atau meningkat dibandingkan triwulan III 2018 yang sebesar 2,91% (yoy). Meningkatnya tekanan harga pada kelompok barang transpor, komunikasi dan jasa keuangan mendorong inflasi pada triwulan IV 2018. Berdasarkan komoditasnya, penurunan inflasi triwulan IV 2018 terutama disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga daging ayam ras, sotong, telur ayam ras dan bawang merah. Di sisi lain, deflasi pada komoditas bayam, jagung manis, ikan tongkol, nanas dan udang basah menahan laju inflasi lebih jauh pada triwulan IV 2018.
 
Pada akhir triwulan IV 2018, posisi DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 6,55% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp55,26 triliun, dibandingkan dengan posisi DPK pada akhir triwulan III 2018 yang sebesar Rp54,62 triliun. Posisi kredit berdasarkan lokasi di Kalimantan Barat pada akhir triwulan IV 2018 tumbuh 9,81% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp74,99 triliun. Kualitas kredit semakin membaik, tercermin dari menurunnya rasio NPL yaitu dari menjadi 1,80% pada akhir triwulan III 2018 menjadi 1,57% pada akhir triwulan IV 2018.
 
Perekonomian pada triwulan II 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,4% (yoy) seiring dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Anggota Legislatif serta momen perayaan HBKN. Sementara itu, perekonomian Kalimantan Barat tahun 2019 diprakirakan tumbuh pada rentang 4,9-5,3% (yoy), didorong oleh meningkatnya kinerja investasi. Tekanan inflasi Kalimantan Barat pada triwulan II 2019 diproyeksikan meningkat sebagai dampak dari momen HBKN. Tekanan harga diprakirakan berasal dari kelompok bahan makanan serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Secara keseluruhan, inflasi 2019 diperkirakan masih berada dalam rentang target inflasi nasional, 3,5+1% (yoy).
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel