​​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Barat November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
05 Juli 2020

Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan III 2018 tumbuh 5,01% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,18%, yoy). Dari sisi permintaan, menurunnya laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan III 2018 disebabkan oleh penurunan kinerja yang terjadi pada komponen investasi dan ekspor. Dari sisi penawaran, perlambatan terutama didorong oleh kinerja lapangan usaha (LU) pertanian, kehutanan, dan perikanan; perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil; dan jasa keuangan.

Memasuki triwulan IV 2018, perekonomian diperkirakan akan meningkat didorong oleh tetap terjaganya pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta liburan akhir tahun. Konsumsi pemerintah juga diprakirakan meningkat, terutama untuk keperluan belanja modal yang realisasinya masih belum optimal hingga triwulan III 2018 ini. Pada sisi penawaran, peningkatan kinerja diperkirakan akan terjadi pada (LU) perdagangan didorong oleh prakiraan tingginya permintaan pada akhir tahun.

Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 2,91% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan II 2018 yang sebesar 3,46% (yoy). Menurunnya inflasi bahan makanan mendorong penurunan inflasi pada triwulan III 2018. Berdasarkan komoditasnya, penurunan inflasi triwulan III 2018 terutama disebabkan oleh menurunnya harga ikan kembung, tiket angkutan udara, apel, kangkung, dan gula pasir. Di sisi lain, inflasi pada upah tukang bukan mandor, harga daging ayam ras, beras, bensin, dan rokok kretek filter menahan penurunan laju inflasi lebih jauh pada triwulan III 2018.

Pada akhir triwulan III 2018, posisi DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 6,71% (yoy) dengan total nominal sebesar Rp54,62 triliun, dibandingkan dengan posisi DPK pada akhir triwulan II 2018 yang sebesar Rp53,61 triliun. Posisi kredit berdasarkan lokasi di Kalimantan Barat pada akhir triwulan III 2018 tumbuh 12,59% (yoy) dengan posisi baki debet sebesar Rp74,76 triliun. Kualitas kredit sedikit membaik yang tercermin dari menurunnya rasio NPL yaitu dari 1,88% pada akhir triwulan II menjadi 1,80% pada akhir triwulan III 2018.

Perekonomian pada triwulan I 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,4% (yoy). Adapun perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2019 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,1-5,5% (yoy). Tekanan inflasi Kalimantan Barat pada triwulan I 2019 diproyeksikan menurun sebagai dampak dari normalisasi harga pasca HKBN dan liburan akhir tahun serta prakiraan musim panen yang akan meningkatkan stok bahan pangan. Pengendalian inflasi administered prices di daerah relatif terbatas. Namun demikian, secara keseluruhan inflasi 2019 diperkirakan masih berada dalam rentang target inflasi nasional, 3,5+1% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel