Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
13 Juli 2020
Profil Provinsi Jawa Tengah
Pilih Provinsi    
​Kantor Bank Indonesia Semarang pertama kali dibuka pada tanggal 1 Maret 1829 sebagai Kantor Cabang De Javasche Bank N.V yang pertama di seluruh Hindia Belanda, setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Pembukaan kantor tersebut didasari atas pertimbangan bahwa pada saat itu Kota Semarang merupakan kota pelabuhan besar di pulau Jawa dengan prospek perekonomian dan perdagangan yang sangat baik. De Javasche Bank Semarang Branch dibangun berdasarkan sistem profit sharing antara pihak De Javasche Bank dengan pihak pengusaha lokal di Semarang pada saat itu. Ketika Kantor Cabang Semarang dibuka, P.C.W. Hipp, seorang pengusaha lokal di Semarang terpilih sebagai Pemimpin Cabang dengan 3 (tiga) orang asistennya yaitu T. Schuurman, J. Bremner, dan J. Mac Neil.

Pada masa pendudukan tentara Jepang di Indonesia (1942-1945) atau selama berlangsungnya Perang Dunia II, bank-bank milik Belanda, Inggris, dan China yang ada di Indonesia (Hindia Belanda) banyak yang dilikuidasi atau ditutup oleh pemerintah pendudukan Jepang yang berkuasa sejak tahun 1942 hingga 10 Oktober 1945. Peran De Javasche Bank pada saat itu diambil alih oleh bank milik pemerintah pendudukan Jepang yang berkantor pusat di Tokyo, yaitu Nampo Kaihatsu Ginko. Seluruh kantor De Javasche Bank baik pusat maupun cabang-cabangnya yang berada di Hindia Belanda ditutup, termasuk Kantor Cabang Semarang.

Setelah masa pendudukan Jepang berakhir, serta diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Kantor Bank Indonesia Semarang dibuka kembali pada tanggal 25 Maret 1946 di bawah kepemimpinan seorang berkebangsaan Belanda. Pada tanggal 22 Mei 1946, semua kantor De Javasche Bank yang semula ditutup oleh pemerintah pendudukan Jepang secara berangsur-angsur dibuka kembali antara lain di Jakarta (Kantor Pusat), Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Manado, Pontianak, Banjarmasin, dan Makassar. Beberapa tahun setelah kemerdekaan RI, timbullah suatu keinginan dan pemikiran dari para pemimpin negara kita bahwa sebuah negara yang merdeka harus memiliki bank sentral, untuk mengatur segala kegiatan perekonomian dan perbankan secara nasional. Akhirnya, berdasarkan Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No.118/1951 tanggal 2 Juli 1951, dibentuklah panitia Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Keputusan tersebut dilanjutkan dengan dibentuknya UU Nasionalisasi De Javasche Bank yaitu UU No.24/1951 tanggal 6 Desember 1951. Setelah De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 1958, Kantor Bank Indonesia Semarang dipimpin oleh seorang pribumi (Indonesia) yaitu E. Soekasah Somawidjaja.

Gedung Kantor Bank Indonesia Semarang yang pertama dibangun pada tahun 1911 di lingkungan Paradeplein (sekarang Jl. Letjen Suprapto) yang ditempati hingga sekitar tahun 1930-an. Saat ini gedung tersebut telah dialihfungsikan menjadi Kantor Telegrap dan Teleks Semarang dengan tidak mengubah keaslian arsitektur lamanya. Selanjutnya sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada masa itu, maka kembali dibangun sebuah gedung baru untuk Kantor Bank Indonesia Semarang yang tahap konstruksinya selesai pada tanggal 17 Juni 1934. Setelah pembangunan gedung baru tersebut selesai secara keseluruhan, Kantor Bank Indonesia Semarang berpindah lokasi untuk menempati gedung barunya yang beralamat di Jl. Pemuda No.3 Semarang. Gedung Bank Indonesia di Jl. Pemuda tersebut kini telah dijual kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah milik Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.

Sejalan dengan makin pesatnya perkembangan kegiatan dan tugas yang dilakukan oleh Kantor Bank Indonesia Semarang, maka dibutuhkan suatu gedung perkantoran baru yang lebih luas dan memadai untuk memudahkan pelaksanaan tugas sehari-hari. Pada tahun 1990, dimulailah pembangunan gedung baru Kantor Bank Indonesia Semarang yang berlokasi di Jl. Imam Bardjo, SH No. 4, yang dibangun di atas tanah seluas 22.220 m2 dengan luas bangunan 5.522 m2, sedangkan luas lantai gedung perkantoran adalah 18.288 m2 (8 lantai). Pada tanggal 23 Mei 1994, Kantor Bank Indonesia Semarang secara resmi menempati gedungnya yang baru di Jl. Imam Bardjo, SH No.4 Semarang, yang peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Prof. DR. Soedrajad Djiwandono.

Sesuai dengan UU No.23/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.3/2004, Bank Indonesia memiliki single objective yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (pasal 7). Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka pasal 8 UU tersebut memberikan tiga tugas kepada Bank Indonesia untuk: (1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, (2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan (3) mengatur dan mengawasi bank. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan dengan UU maka organisasi Bank Indonesia menjadi 3 bidang tugas utama tersebut, yaitu Bidang Ekonomi dan Moneter, Bidang Sistem Pembayaran, dan Bidang Perbankan. Selanjutnya, untuk mendukung ketiga tugas tersebut maka diperlukan satu tugas lain yang juga sangat penting, yaitu Manajemen Intern. 
Berkaitan dengan hal tersebut, struktur organisasi Kantor Bank Indonesia Semarang juga dibagi ke dalam empat bidang yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang (Kabid), kecuali Bidang Perbankan yang dipimpin oleh Pengawas Bank Eksekutif (PBE). Setiap Kabid/PBE tersebut bertanggung jawab kepada Koordinator Bidang dan Pemimpin Bank Indonesia. Berikut ini struktur organisasi Kantor Bank Indonesia Semarang secara umum.

Di samping menjalankan fungsinya di wilayah kerja Semarang, Kantor Bank Indonesia Semarang juga menjalankan fungsinya sebagai Kantor Bank Indonesia Koordinator di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Terkait dengan fungsi tesebut, Kantor Bank Indonesia Semarang bertanggung jawab atas pengkoordinasian perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan  tugas operasional Kantor Bank Indonesia di bawah koordinasinya serta bertanggung jawab dan berwenang merumuskan alternatif pemecahan masalah sampai dengan rekomendasi untuk bahan keputusan Dewan Gubernur di Kantor Pusat Bank Indonesia. Adapun Kantor Bank Indonesia yang berada di bawah koordinasi Kantor Bank Indonesia Semarang adalah Kantor Bank Indonesia Yogyakarta, Solo dan Purwokerto. Berikut ini struktur organisasi Koordinator Kantor Bank Indonesia Semarang.
 
Show Left Panel