​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Jawa Barat Februari 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020
​Kinerja ekonomi Jawa Barat masih tinggi meskipun melambat pada level 5,50% (yoy) di triwulan IV 2018. Perlambatan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran serta lapangan usaha (LU) utama seperti industri pengolahan dan perdagangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain menurunnya produksi beberapa jenis industri seperti makanan dan minuman, tekstil dan alat angkut. Selain itu, terdapat kecenderungan wait and see dari pelaku usaha khususnya dalam hal investasi menjelang PEMILU serta berakhirnya beberapa event besar seperti Pilkada serentak, Pilgub Jawa Barat dan Asian Games 2018.
 
Setelah menunjukkan peningkatan cukup tinggi di tahun 2018, masih tingginya tekanan eksternal berpotensi menyebabkan kinerja ekonomi tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun 2019 diperkirakan berada pada kisaran 5,3% - 5,7% (yoy). Perlambatan diperkirakan terjadi pada triwulan I 2019 namun mulai meningkat pada triwulan II 2019. Adanya momen Ramadhan dan Idul Fitri serta penyelenggaraan PEMILU serentak pada awal triwulan II 2019 mendorong konsumsi rumah tangga dan konsumsi LNPRT. Kedua komponen tersebut diperkirakan menjadi faktor yang mendorong peningkatan kinerja Jawa Barat di tengah potensi melambatnya ekspor dan investasi. Namun, meredanya ketegangan perdagangan antara AS – Tiongkok serta normalisasi kebijakan moneter negara maju yang lebih berhati-hati diharapkan dapat memberikan angin segar terhadap pertumbuhan tahun ini.
 
Sementara itu, prospek inflasi pada triwulan II 2019 sedikit meningkat namun masih dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Peningkatan permintaan yang dipengaruhi momen Ramadhan dan Idul Fitri menjadi faktor pendorong utama. Namun, melandainya tekanan inflasi pada triwulan I 2019 mendorong perkiraan inflasi tahun 2019 berpotensi lebih rendah daripada tahun 2018. Proyeksi penurunan harga komoditas dunia termasuk minyak menjadi faktor dapat menahan peningkatan biaya energi. Kebijakan pemerintah untuk menjaga berbagai tarif bahan bakar minyak dan listrik pada semester I 2019 juga turut menahan tekanan yang bersumber dari harga-harga yang ditetapkan pemerintah.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel