Laporan Perekonomian Provinsi Gorontalo Mei 2019​​​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020
​Sesuai dengan siklusnya, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2019 tumbuh sebesar 6,72% (yoy) menurun dibandingkan triwulan IV 2018 yang tercatat sebesar 7,22% (yoy). Melambatnya pertumbuhan ekonomi Gorontalo disebabkan oleh melambatnya sektor eksternal di tengah permintaan domestik yang sedikit meningkat. Namun demikian, pertumbuhan tersebut masih lebih baik dari pertumbuhan secara nasional yang mencapai 5,07% (yoy) dari dari periode yang sama tahun 2019 sebesar 6,12% (yoy). Dari sisi pengeluaran, perlambatan terutama disebabkan oleh konsumsi pemerintah yang terkontraksi sebesar -8,40% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,85% (yoy). Perlambatan konsumsi pemerintah tersebut disebabkan oleh belum optimalnya kinerja realisasi anggaran pemerintah di awal tahun. Dari sisi sektoral, mayoritas lapangan usaha utama seperti Pertanian, Perdangan dan Transportasi cenderung melambat. Lapangan Usaha Pertanian pada triwulan I 2019 cenderung melambat yakni dari 7,05% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 5,35% (yoy). Ke depan, pada triwulan II 2019 pertumbuhan ekonomi Gorontalo diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan I 2019 dengan kisaran 7,3-7,7% (yoy) didorong oleh permintaan domestik seiring dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 serta perayaan Idul Fitri.

Total Pagu Anggaran APBN dan APBD Provinsi Gorontalo pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 12 triliun yang terdiri atas APBD Provinsi dengan pangsa 16,3% (Rp 1,9 triliun), APBD Kabupaten/Kota 52,1% (Rp 6,3 triliun), dan APBN 31,6% (Rp 3,7 triliun). Nilai pagu pada tahun ini apabila dibandingkan dengan tahun 2018 turun sebesar -4,2% atau sebesar Rp 524,9 miliar dari Rp 12,5 triliun. Penurunan pagu bersumber dari penurunan pagu anggaran APBN sebesar -98,33% dibandingkan tahun sebelumnya, namun pagu anggaran tetap senantiasa mendorong perbaikan capaian realisasi fisik dan keuangan pemerintah melalui tata kelola dan perbaikan strategi realisasi. Kinerja realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah sampai dengan triwulan I 2019 mengalami perbaikan dibandingkan periode yang sama di 2018. Lebih dalam mengenai tingkat realisasi belanja APBD pemerintah daerah Gorontalo hingga triwulan I 2019 tercatat sebesar Rp 1,04 triliun atau 12,8% dari total pagu 2019 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 976 miliar atau 12,6% dari pagu 2018. Di sisi lain, kinerja realisasi belanja dari pendanaan APBN hingga triwulan I 2019 naik sebesar 13,36% (Rp 506 miliar) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 12,69% (Rp 525 miliar) akibat pelaksanaan PSN.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2019 juag turut disertai dengan penurunan tekanan inflasi, dari 2,15% menjadi 1,56% (yoy). Capaian tersebut juga berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,48% (yoy). Sedangkan jika dibandingkan dengan tahun 2018 pada periode yang sama, terjadi penurunan yang cukup signifikan dari tingkat inflasi sebesar 2,73% (yoy). Tingkat inflasi yang cukup terjaga ditopang oleh membaiknya pasokan pangan sehingga mendorong normalisasi harga pangan dibandingkan tahun 2018. Berdasarkan disagregasinya, penurunan tekanan inflasi Gorontlao pada triwulan I 2019 terutama didorong oleh deflasi kelompok Volatile Food dimana pada triwulan I 2019 tercatat deglasi sebesar -5,26% (yoy) turun dari triwulan IV 2018 sebesar -1,15% (yoy). Sementara itu tekanan inflasi kelompok inti dan administered price pada triwulan I 2019 terpantau meningkat yakni masing-masing sebesar 2,85% (yoy) dan 3,94% (yoy) pada triwulan IV 2018 menjadi sebesar 3,20% (yoy) dan 4,67% (yoy). Pada triwulan II 2019 inflasi diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya seiring dengan perayaan Idul Fitri. Peningkatan inflasi diperkirakan akan terjadi di seluruh komponen inflasi. Inflasi inti diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat akan komoditas makanan jadi, sandang, dan papan. Namun demikian, stabilnya nilai tukar rupiah dan penurunan harga komoditas global diperkirakan akan menahan peningkatan tekanan inflasi lebih lanjut. Sementara itum inflasi volatile food dan administered price juga diperkirakan akan meningkat sesuai dengan pola seasonal lebaran.

Ditengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, kondisi stabilitas keuangan Gorontalo pada triwulan I 2019 membaik. Kinerja perbankan Gorontalo yang baik dan optimal tercermin dari peningkatan kinerja intermediasi dimana volume aset, penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan relatif meningkat. Namun demikian, risiko kredit (NPL) mengalami peningkatan dari triwulan IV 2018 sebesar 2,55% menjadi sebesar 3,18% pada periode laporan. Stabilitasi keuangan juga didukung oleh ketahanan sektor korporasi seiring dengan membaiknya penjualan dan rentabilitas sektor korporasi. Pada triwulan I 2019, risiko rentabilitas, solvabilitas, dan interest service coverage ratio masih terjaga. Di sisi lain, tingkat risiko likuiditas, turn over aset dan persediaan dari korporasi relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya. Masih terjaganya kinerja korporasi pad triwulan I 2019 didorong oleh perbaikan kinerja korporasi pada triwulan sebelumnya dan adanya strategi mitigais risiko kredit dan likuiditas oleh korporasi di tengah kinerja perekonomian yang melambat.

Kondisi ketenagakerjaan Gorontalo pada periode Februari 2019 mengalami perbaikan dibandingkan periode Agustus 2018 seiring dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi. Terjadinya perbaikan kondisi ketenagakerjaan terekam dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPT pada Februari 2019 sebesar 3,47% menurun signifikan dibandingkan Agustus 2018 sebesar 4,03%, sementara itu TPAK mengalami peningkatan menjadi 72,43% dibandingkan Agustus 2018 sebesar 67,34%. Kondisi perbaikan ketenagakerjaan didorong oleh baiknya kinerja LU konstruksi sejalan keberlanjutan pelaksanaan PSN seperti jalan GORR, RS Habibie Ainun, dan pembangunan PSN baru Bendungan Bolango Ulu. Dari sisi kesejahteraan msyarakat, pada triwulan I 2019 daya beli masyarakat terpantau masih solid tercermin dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang tercatat sebesar 105,63. Meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya, optimisme konsumsi masih tetap terjaga seiring nilai ITK-nya yang masih bernilai di atas 100. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo hingga September 2018 mengalami penurunan menjadi sebanyak 188,3 ribu jiwa (15,83%) dari 198,51 ribu jiwa (16,81%) pada bulan Maret 2018. Namun demikian perbaikan tingkat kemiskinan Gorontalo pada periode September 2018 belum diiringi dengan perbaikan kondisi ketimpangan pendapatan. Rasio gini Gorontalo pada September 2018 tercatat sebesar 0,42 atau meningkat dari 0,40 pada Maret 2018. Peningkatan tingkat ketimpangan tersebut mengindikasikan kualitas pembangunan yang belum merata.

Perekonomian Gorontalo pda triwulan III 2019 diperkirakan akan cenderung melambat dibandingkan triwulan II 2019 dan diperkirakan berada pada kisaran 6,0-6,4% (yoy). Sumber pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan ditopang oleh permintaan domestik seiring dengan realisasi anggaran pemerintah yang semakin meningkat. Sementara itu, konsumsi masyarakat diperkirakan akan lebih rendah dari triwulan sebelumnya seiring dengan berakhirnya puncak aktivitas konsumsi masyarakat saat bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Di sisi eksternal, kinerja ekspor terutama perdagangan antar daerah diperkirakan akan melambat karena faktor seasonal pasca lebaran. Tekanan inflasi pada triwulan III 2019 diperkirakan mengalami penurunan dan berada pada batas target inflasi nasional sebesar 3,5 +/- 1% (yoy). Penurunan ini disebabkan kembali normalnya permintaan masyarakat pasca bulan Ramadhan dan Idul Fitri pada triwulan II 2019. Selain itu dari sisi supply, berlangsungnya aktivitas panen gadu di triwulan III 2019 juga akan mendorong penurunan tekanan inflasi. 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel