Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Agustus 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020

​Ramadhan dan Idul Fitri menopang tumbuhnya perekonomian Provinsi Bengkulu di triwulan II 2019. Perekonomian Provinsi Bengkulu tumbuh 5,05% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 5,01% (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan tersebut ditopang oleh akselerasi konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, serta membaiknya kinerja ekspor antar daerah. Dari sisi sektoral, pertumbuhan antara lain didorong oleh meningkatnya produksi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta meningkatnya intensitas kegiatan Industri Pengolahan.

Memasuki triwulan III 2019, ekonomi Provinsi Bengkulu diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Ekonomi Bengkulu tumbuh meningkat pada kisaran 5,07%-5,27% (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan teutama bersumber dari akselerasi kinerja investasi seiring membaiknya persepsi pelaku usaha serta kenaikan realisasi belanja modal Pemerintah. Dari sisi lapangan usaha, meningkatnya pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh LU industri pengolahan seiring masih tumbuh positifnya Industri olahan karet, industri olahan CPO, serta industri makanan.

Akselerasi perekonomian Bengkulu diprakirakan berlanjut pada triwulan IV 2019, yaitu pada kisaran 5,1 – 5,3%. Pada periode ini, akselerasi ditopang oleh kenaikan konsumsi rumah tangga pada akhir tahun. Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Bengkulu tahun 2019 secara umum akan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2018 didorong oleh konsumsi pemerintah dan kinerja investasi.

Dari sisi perkembangan harga, sesuai pola musimannya Ramadhan dan Idul Fitri mendorong kenaikan inflasi Bengkulu. Namun demikian, inflasi triwulan II 2019 tercatat jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama selama tiga tahun terakhir. Kenaikan laju inflasi triwulan II 2019 terutama didorong oleh menguatnya tekanan inflasi pada kelompok Bahan Makanan (terutama komoditas Cabai Merah, Bawang Putih, dan Tomat Buah). Hal tersebut seiring dengan berkurangnya pasokan di sentra produksi akibat gagal panen pada musim kemarau serta keterlambatan realisasi impor.

Kenaikan inflasi diperkirakan akan berlanjut pada triwulan III 2019. Andil inflasi kelompok Transportasi terutama komoditas angkutan udara berpotensi meningkat seiring kenaikan permintaan pada periode Idul Adha, perayaan Festival Tabot, serta kegiatan MICE Pemerintah dan swasta. Selain itu, inflasi kelompok Bahan Makanan diperkirakan menguat akibat terbatasnya pasokan seiring berakhirnya musim panen serta potensi gangguan cuaca.

Laju inflasi Bengkulu pada triwulan IV 2019 diprakiraan berada pada kisaran 3,7-3,9% (yoy) dengan kecenderungan meningkat dibandingkan dengan prakiraan pada triwulan III 2019. Inflasi pangan diprakirakan mengalami kenaikan pada triwulan IV 2019. Kenaikan inflasi pangan diprakirakan didorong komoditas beras. Harga beras cenderung tinggi di akhir tahun karena pada triwulan IV 2019 pasokan beras cenderung menurun. Selain itu, meningkatnya permintaan pada libur akhir tahun berpotensi mendorong kenaikan harga angkutan udara.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel