Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Bengkulu Mei 2018​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
07 Juli 2020

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAERAH
Kinerja perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan I 2018 tumbuh 5,08% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 4,57% (yoy). Di sisi permintaan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan didorong oleh perbaikan kinerja Ekspor. Perbaikan ekspor dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari negara tujuan ekspor utama, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat. Di sisi penawaran, peningkatan ekonomi terutama didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; sektor Industri Pengolahan; dan sektor Konstruksi.

KEUANGAN PEMERINTAH
Realisasi pendapatan terhadap pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2018 lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017. Realisasi pendapatan pada triwulan I tahun 2017 mencapai 16,96%, sementara pada triwulan I tahun 2017 mencapai 24,11%. Penurunan pendapatan daerah terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Perimbangan/Transfer.

Di sisi belanja, realisasi pada triwulan I tahun 2018 meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Realisasi belanja mencapai 10,28%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan realisasi sebesar 8,60%. Peningkatan terjadi pada semua pos belanja, sementara untuk belanja operasi relatif stabil.

Sementara realisasi APBN di Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2018 juga meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sebesar 20,13%, sementara pencapaian periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 18,67%. Persentase realisasi belanja negara terhadap pagu mengalami kenaikan pada belanja pemerintah pusat sementara Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) relatif stabil.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH
Tekanan inflasi pada triwulan I 2017 sebesar 3,18% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan IV 2017 yang tercatat sebesar 3,56% (yoy). Meredanya tekanan inflasi didorong oleh menurunnya tekanan inflasi pada seluruh kelompok, kecuali administered prices. Meredanya tekanan inflasi administered prices didorong oleh terkendalinya tarif angkutan udara, sementara melemahnya daya beli sehingga menyebabkan melambatnya kegiatan konsumsi masyarakat pada triwulan laporan mendorong inflasi inti relatif terjaga.

STABILITAS KEUANGAN DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM
Ketahanan sektor korporasi pada triwulan I 2018 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Provinsi Bengkulu, di mana peningkatan kinerja korporasi terjadi pada dua sektor utama yaitu sektor Konstruksi dan sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR). Peningkatan tersebut ditopang juga oleh akses dan kemampuan pembiayaan serta likuiditas korporasi yang cenderung membaik dibandingkan triwulan sebelumnya. Sejalan dengan kinerja korporasi, pertumbuhan kredit perbankan cenderung meningkat, diiringi tingkat risiko (NPL) yang meningkat pula, dari 1,75% menjadi 2,06% pada triwulan laporan. Sementara itu, ketahanan sektor rumah tangga pada triwulan I 2017 menurun, pelemahan daya beli membuat tingkat konsumsi rumah tangga cenderung menurun dengan indikasi adanya penggunaan dana simpanan untuk menjaga tingkat konsumsi. Hal ini diiringi dengan meningkatnya tingkat risiko (NPL) kredit non-produktif meskipun kinerja kredit sedikit melambat.

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH
Pada triwulan I 2018, posisi pengedaran uang kartal di Bank Indonesia Bengkulu mengalami net cash inflow. Net cash inflow mencapai Rp 664 Miliar. Hal ini berbeda dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net cash outflow sebesar Rp 949 Miliar. Pola net cash outflow tersebut merupakan siklus tahunan yang cenderung terjadi pada periode awal tahun.

Pada triwulan I tahun 2018, transaksi kliring secara nominal tercatat sebesar Rp1.474 Miliar, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1.631 Miliar atau menurun sebesar 9,63% (qtq). Penurunan nominal kliring tersebut juga diikuti dengan menurunnya jumlah warkat kliring sebesar 9,53% (qtq). Namun demikian, rata-rata perputaran kliring per hari relatif stabil pada Rp 23 miliar per hari. Penurunan transaksi kliring tersebut didorong rendahnya transaksi nontunai terkait realisasi program dan proyek-proyek Pemda pada awal tahun 2018.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN
Perkembangan ketenagakerjaan hingga Februari 2018 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Harga komoditas utama yang tidak mengalami kenaikan pada triwulan laporan membuat tingkat kesejahteraan petani cenderung stagnan, yang tercermin dari relatif stabilnya Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan I 2018 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu perkembangan ketenagakerjaan pada triwulan I 2018 menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 sebesar 2,70%, menurun dibandingkan Februari 2017 yang tercatat sebesar 2,81%.

Perkembangan kesejahteraan hingga periode September 2017 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan provinsi Bengkulu mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan menurun dari 17,03% pada September 2016 menjadi 15,59% pada September 2017. Secara nominal, jumlah penduduk miskin di Bengkulu pada September 2017 berkurang sebanyak 22,98 ribu orang dibandingkan periode September 2016, yaitu dari sebanyak 325,60 ribu orang menjadi 302,62 ribu orang.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH
Perekonomian Bengkulu pada triwulan III 2018 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,1% – 5,3%, melanjutkan tren peningkatannya, sehingga keseluruhan tahun 2018 perekonomian Bengkulu akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2017. Perekonomian mengalami percepatan didukung perbaikan daya beli serta peningkatan investasi dan ekspor.

Perekonomian Bengkulu secara keseluruhan tahun 2018 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan 2017. Perekonomian tumbuh pada kisaran 5,2% - 5,4% dibandingkan tahun 2017 sebesar 4,99%. Untuk mendorong pertumbuhan 2018 lebih baik, peran Pemerintah Daerah cukup penting terkait upaya percepatan realisasi anggaran serta kemudahan berinvestasi.

Perkiraan laju inflasi Bengkulu pada akhir tahun 2018 diperkirakan relatif terkendali berada pada sasaran inflasi nasional 3,5±1%. Untuk triwulan III 2018, inflasi pangan (volatile foods) diperkirakan relatif terkendali dengan didukung masuknya musim panen gaduh.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel