Laporan Perekonomian Provinsi Bengkulu Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020
 
PERTUMBUHAN EKONOMI
Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan I 2019 tumbuh 5,01% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,76% (yoy). Pertumbuhan tersebut sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia yang sebesar dikisaran 5,0%-5,2% (yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh akselerasi konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) seiring masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serta penurunan impor yang cukup signifikan. Sementara dari sisi sektoral, pertumbuhan didorong oleh kenaikan produktivitas sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sejalan dengan siklus peningkatan produksi tanaman pangan (masa panen). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terakselerasi seiring banyaknya aktivitas menjelang Pilpres dan Pileg. Pertumbuhan juga didukung oleh sektor Industri Pengolahan sebagai respon potensi meningkatnya permintaan domestik pada periode Ramadhan dan Idul Fitri di triwulan II mendatang.

Memasuki triwulan II 2019, ekonomi Provinsi Bengkulu diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Dari sisi permintaan, meningkatnya pertumbuhan akan didorong oleh kinerja mayoritas komponennya. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh meningkat seiring dengan kenaikan konsumsi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri yang ditopang oleh meningkatnya pendapatan (pencairan THR dan gaji ke-13). Demikian pula dengan konsumsi pemerintah yang didorong oleh akselerasi belanja proyek fisik seiring selesainya proses pengadaan beberapa proyek, peningkatan belanja pegawai sejalan dengan pencairan THR dan gaji ke-13, serta realisasi transfer Dana Desa dan Dana Kelurahan. Lebih lanjut, investasi diyakini akan terus bertumbuh sejalan dengan membaiknya persepsi pelaku usaha setelah berlangsungnya Pilpres dan Pileg.
 
Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan II 2019 diperkirakan akan ditopang oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sejalan dengan menguatnya permintaan domestik pada periode Ramadhan dan Idul Fitri. Pertumbuhan sektor ini juga diyakini akan didukung oleh sektor Transportasi dan Pergudangan seiring dengan meningkatnya arus penumpang pada periode mudik serta arus barang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan. Sektor konstruksi juga diyakini akan menyumbangkan andil pada meningkatnya pertumbuhan pada triwulan II 2019 seiring dengan akselerasi progress fisik proyek pemerintah serta realisasi investasi swasta.

KEUANGAN PEMERINTAH
Realisasi pendapatan daerah pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 16,33% menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan daerah terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan terdapat kenaikan pada Pendapatan Perimbangan/Transfer. Pada Pendapatan Asli Daerah, penurunan terjadi pada Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. Sementara pada Pendapatan Perimbangan/Transfer terjadi kenaikan signifikan pada Dana Bagi Hasil Pajak. Dari sisi belanja, realisasi pada triwulan I 2019 tercatat stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 9,51%. Secara keseluruhan Belanja Modal dan Tranfer mengalami kenaikan sedangkan Belanja Pegawai mengalami penurunan.
Penyerapan belanja negara pada triwulan I 2019 mencapai 21,74% terhadap pagu, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 20,13%. Persentase realisasi belanja negara terhadap pagu mengalami kenaikan pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sedangkan Belanja Pemerintah Pusat mengalami penurunan realisasi dari periode sama tahun sebelumnya.

PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH
Tren penurunan inflasi Bengkulu masih berlanjut di triwulan I 2019.  Inflasi triwulan I 2019 juga tercatat jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Menurunnya laju inflasi triwulan I 2019 terutama didorong oleh meredanya tekanan inflasi pada kelompok Bahan Makanan (terutama komoditas Cabai Merah, Beras dan Bawang Putih). Menurunnya tekanan pada kelompok bahan makanan seiring dengan masuknya musim panen tabama dan hortikultura pada sentra pertanian di Bengkulu serta terjaganya pasokan di tengah permintaan yang relatif moderat.

Dalam upaya mencapai sasaran inflasi kedepan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah se-Provinsi Bengkulu telah menyusun peta jalan pengendalian inflasi Provinsi Bengkulu. Peta Jalan pengendalian inflais tersebut merupakan turunan dari Peta Jalan nasional sekaligus menjadi acuan bagi Peta Jalan pengendalian inflasi di tingkat Kabupaten dan Kota.

STABILITAS KEUANGAN DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM
Kondisi rumah tangga masih cukup baik walaupun konsumsi melambat akibat perilaku masyarakat yang menahan konsumsi sebelum memasuki periode Ramadhan dan Idul Fitri. Namun demikian, tingkat pendapatan masyarakat berada pada level yang terjaga bahkan cenderung meningkat ditopang oleh membaiknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit serta masuknya masa panen tabama. Pertumbuhan kredit rumah tangga juga tercatat menurun dengan tingkat risiko pada level aman. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rumah Tangga melambat yang bersumber dari semua komponennya.

Kinerja korporasi pada triwulan laporan cenderung tertahan ditengah akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sumber kerentanan meningkat, baik dari sisi eksternal maupun internal. Perlambatan perekonomian global memberikan tekanan terhadap korporasi di Bengkulu yang mayoritas masih bergerak pada sektor primer. Permintaan domestik juga belum menguat karena masyarakat cenderung menahan konsumsi. Namun demikian, risiko pembiayaan korporasi masih terjaga meskipun pertumbuhan kredit segmen korporasi tercatat menurun. 

PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH
Pada triwulan I 2019, posisi pengedaran uang kartal di Bank Indonesia Bengkulu mengalami net cash inflow sebesar Rp540 miliar. Hal ini berbeda dengan triwulan sebelumnya yang mengalami net cash outflow sebesar Rp812 miliar. Perubahan dari net cash outflow menjadi net cash inflow tersebut merupakan siklus tahunan yang cenderung terjadi pada awal tahun.
  
Total transaksi melalui Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS)  secara nominal mengalami peningkatan secara nominal, sementara pada Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami penurunan.

KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN
Seiring dengan terjaganya capaian inflasi dikisaran yang rendah dan stabil dan pertumbuhan ekonomi yang masih cukup baik, indikator ketenagakerjaan dan kesejahteraan pada triwulan I 2019 semakin membaik. Perkembangan ketenagakerjaan hingga Februari 2019 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 2,50%, menurun dibandingkan Februari 2018 yang tercatat sebesar 2,70%. Capaian Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan I 2019 juga meningkat meski masih dibawah angka 100 yang utamanya didorong oleh kinerja subsektor pertanian tabama dan perkebunan.

Perkembangan kesejahteraan hingga periode September 2018 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan provinsi Bengkulu mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan menurun dari 15,59% pada September 2017 menjadi 15,41% pada September 2018. Secara nominal, jumlah penduduk miskin di Bengkulu pada September 2018 berkurang menjadi sebanyak 303,54 ribu orang dari sebelumnya sebanyak 302,62 ribu orang pada September 2017.

PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH
Perekonomian Bengkulu pada triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,1 – 5,3% dengan tren meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh potensi perbaikan harga kelapa sawit dan karet. Kinerja investasi akan mengalami pertumbuhan seiring membaiknya keyakinan pelaku usaha pasca pengumuman hasil Pemilu.

Perkiraan laju inflasi Bengkulu pada triwulan III 2019 berada pada kisaran 2,0-2,2% (yoy) dengan kecenderungan meningkat dibandingkan perkiraan pada triwulan I 2019. Inflasi kelompok Bahan Makanan diperkirakan meningkat sebagaimana pola historisnya. Selain itu, inflasi kelompok Transportasi juga berpotensi mengalami akselerasi seiring kenaikan permintaan.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel