Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Banten Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Juli 2020

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten di triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,52% (yoy). Realisasi pertumbuhan ekonomi Banten tersebut lebih lebih rendah jika dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 5,94% (yoy), namun lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang tumbuh 5,17% (yoy). Berdasarkan sisi pengeluaran, pertumbuhan Banten ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pada konsumsi rumah tangga dan pemerintah, sementara komponen lainnya yaitu investasi dan ekspor justru mengalami perlambatan. Sementara berdasarkan sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten ditopang oleh lapangan usaha utama seperti industri pengolahan, transportasi, perdagangan, dan konstruksi, meskipun beberapa di antaranya mengalami perlambatan. ​

Realisasi anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Banten sampai dengan triwulan II 2017 adalah masing-masing 50% untuk pendapatan dan 28% untuk belanja terhadap pagu anggaran yang ditetapkan tahun 2017. Secara umum, realisasi pendapatan relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun 2016, ditopang oleh realisasi Dana Perimbangan. Di sisi lain, realisasi belanja modal justru tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebagai dampak dari rendahnya realisasi belanja tidak langsung. ​

Secara umum, inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan II 2017 tercatat meningkat dibandingkan triwulan I 2017. Angka inflasi triwulan II 2017 adalah sebesar 4,60% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan I 2017 yang hanya mencapai 3,45% (yoy). Secara spasial, meningkatnya inflasi terjadi di ketiga kota perhitungan inflasi yaitu Kota Tangerang, Serang dan Cilegon, dengan yang tertinggi terjadi di Kota Cilegon. Berdasarkan disagregasi, tingginya inflasi di triwulan II 2017 didorong oleh andil inflasi pada ketiga komponen yaitu core, administered prices dan volatile food. ​

Pada bulan Juli 2017, inflasi IHK telah berada dalam tren yang mereda paska momentum Ramadhan di bulan Juni 2017. Adapun inflasi IHK bulan Juli 2017 adalah sebesar 4,22% (yoy). Meredanya tekanan inflasi diperkirakan berlanjut hingga triwulan III 2017, khususnya sebagai dampak dari konsumsi yang kembali ke normalnya, serta tidak adanya gejolak pada komoditas administered prices. ​

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan II 2017 dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari indikator utama kinerja perbankan yaitu aset, Dana Pihak Ketiga, dan penyaluran kredit yang tumbuh positif dan lebih tinggi dari triwulan I 2017. Pertumbuhan indikator tersebut bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan indikator perbankan secara nasional. Ketahanan keuangan baik dari sisi korporasi dan rumah tangga juga terpanyau dalam kondisi yang relatif baik sejalan dengan perekonomian Provinsi Banten yang mampu tumbuh cukup tinggi. Dari sisi risiko, peningkatan kredit diikuti oleh membaiknya kualitas kredit sebagaimana ditunjukkan oleh menurunnya NPL baik secara total maupun kredit kepada korporasi dan juga kepada sektor rumah tangga. ​

Pada sistem pembayaran, transaksi kliring debet terus mengalami kontraksi dengan tingkat penurunan yoy tertinggi dalam satu tahun terakhir baik dari segi volume maupun dari segi nominal. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh pemberlakuan ketentuan Bank Indonesia mengenai batas nilai nominal untuk Warkat Debit berupa cek dan bilyet giro paling banyak sebesar Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang efektif berlaku sejak 1 April 2017. ​

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten mengalami perbaikan sebagaimana tercermin dari membaiknya indikator ketenagakerjaan yaitu meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja yang disertai dengan menurunnya tingkat pengangguran. Di sisi lain kesejahteraan masyarakat juga terlihat mengalami peningkatan yang tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disertai dengan menurunnya jumlah penduduk miskin dan gini ratio. Penghasilan masyarakat perdesaan yang dicerminkan oleh NTP juga tercatat mengalami peningkatan. ​

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,3 – 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2017 yang diperkirakan berada pada kisaran 5,0 – 5,4% (yoy) seiring dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta investasi yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan dan perdagangan dapat tumbuh lebih tinggi dari triwulan III 2017. ​

Tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten secara keseluruhan tahun 2017 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,3 – 5,7% (yoy), lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yaitu 5,5 – 5,9% (yoy) akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di triwulan II 2017. Meskipun demikian, secara keseluruhan pertumbuhan Provinsi Banten di tahun 2017 masih diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 yang tumbuh di tingkat 5,26% (yoy). ​

Di sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Provinsi Banten pada triwulan IV 2017 diperkirakan berada di kisaran 4,3 – 4,7 % (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2017. Meningkatnya risiko inflasi diperkirakan berasal dari faktor internal maupun eksternal. Berdasarkan disagregasi, inflasi pada triwulan IV 2017 utamanya didorong oleh komponen core dan volatile food, sementara komponen administered prices relatif terjaga. Berbagai risiko inflasi sejak awal tahun, mengarahkan inflasi tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebesar 2,94% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel