Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Bali Mei 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020

Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Bali triwulan I 2017 tercatat tumbuh 5,75% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 5,47% (yoy), dengan output riil mencapai Rp 34,83 triliun. Kinerja ekonomi Bali di triwulan I-2017, juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional di periode yang sama, yang tercatat sebesar 5,01% (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan kinerja ekonomi didorong oleh meningkatnya kinerja konsumsi dan ekspor luar negeri. Sementara dari sisi penawaran didorong oleh peningkatan kinerja di hampir semua lapangan usaha utama yaitu usaha penyediaan akomodasi makan dan minum, pertanian, perdagangan besar dan eceran, dan industri pengolahan.

Perkembangan Inflasi

Pada triwulan I 2017 inflasi Bali tercatat sebesar 4,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,23% (yoy). Inflasi Bali triwulan I 2017 juga lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,23% (yoy). Inflasi Bali triwulan I 2017 juga lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,59% (yoy). Tekanan inflasi tertinggi dialami kota Singaraja dengan laju inflasi sebesar 5,41% (yoy), sedangkan kota Denpasar mengalami inflasi yang lebih landai sebesar 4,18% (yoy). Berdasarkan disagregasinya, peningkatan tekanan inflasi pada triwulan laporan terutama didorong oleh kelompok administered prices dan volatile food. Sementara itu, kelompok inti menunjukkan pergerakan pada level moderat. Pada April 2017, Provinsi Bali mengalami deflasi sebesar -0,14% (mtm) atau sebesar 4,44% (yoy). Pencapaian ini lebih baik dibandingkan dengan nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm). Meskipun demikian, secara tahunan pencapaian inflasi Bali masih lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi Nasional yang mengalami inflasi sebesar 4,17% (yoy).
tabel indikator ekonomi utama Bali Mei 2017.png
 
Prospek Perekonomian Daerah

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan III 2017, diprakirakan akan mengalami peningkatan dalam kisaran 6,19%-6,59% (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan terutama didorong oleh sebagian besar komponen, terutama konsumsi, investasi dan ekspor luar negeri. Sementara itu dari sisi penawaran, peningkatan didorong oleh peningkatan kinerja sebagian besar lapangan usaha utama yaitu lapangan usaha penyediaan konstruksi, akomodasi makan dan minum, perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan. Dengan perkembangan terakhir, perekonomian Provinsi Bali untuk keseluruhan tahun 2017 diprakirakan akan mengalami perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2016, yang akan berada dalam kisaran 6,10%-6,50% (yoy). Dari sisi permintaan, prakiraan perlambatan kinerja disebabkan oleh melambatnya kinerja beberapa komponen yaitu konsumsi rumah tangga dan investasi.

Inflasi Bali triwulan III 2017 diprakirakan melandai pada kisaran 3,3%±1% (yoy). Optimisme terjaganya inflasi pada periode tersebut seiring dengan relatif minimnya hari raya keagamaan pada triwulan III 2017. Meskipun demikian, masih terdapat potensi tekanan inflasi yang bersumber dari potensi peningkatan permintaan mengingat triwulan III 2017 merupakan periode peak season pariwista. Dengan demikian, inflasi Bali tahun 2017 diprakirakan akan berada dalam kisaran 4%±1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Bali tahun 2016 yang sebesar 3,23% (yoy). Berdasarkan disagregasinya, tendensi peningkatan inflasi pada tahun 2017 terutama bersumber dari administered prices dan volatile food. Sementara itu tekanan kelompok core inflation relatif stabil. Berdasarkan disagregasinya, secara tahunan meningkatnya inflasi pada tahun 2017 terutama bersumber dari kelompok administered prices dan volatile food. Sementara itu tekanan kelompok core inflation diprakirakan masih stabil.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel