​Laporan Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Februari 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020

Kinerja perekonomian Bangka Belitung pada triwulan IV 2019 tumbuh menguat seebsar 3,99% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,03% (yoy). Sumber pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan IV 2019 utamanya berasal dari pertumbuhan sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran. Dari sisi pengeluaran, perekonomian didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Secara keseluruhan tahun 2019, perekonomian Bangka Belitung tercatat tumbuh melambat sebesar 3,32% (yoy), melambat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat tumbuh sebesar 4,46% (yoy). Pada triwulan I 2020 pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung diproyeksikan akan tumbuh melambat dibandingkan triwulan IV 2019 didorong oleh tren penurunan harga komoditas yang dapat menahan kinerja lapangan usaha utama.

Pada triwulan IV 2019, realisasi pendapatan wilayah Bangka Belitung mencapai Rp9,56 triliun atau sebesar 100,14% dari total pagu. Realisasi pendapatan tersebut terdiri atas realisasi pendapatan Provinsi Kep. Bangka Belitung sebesar Rp2,7 triliun atau mencapai 99,62% dari pagu, sedangkan realisasi pendapatan total daerah Kabupaten/Kota mencapai 100,34% dari pagu atau sebesar Rp6,8 triliun. Sementara itu, realisasi belanja wilayah Bangka Belitung pada triwulan IV 2019 mencapai 12,08 triliun atau sebesar 91,73% dari pagu. Realisasi belanja tersebut terdiri atas belanja APBD Provinsi Kep. Bangka Belitung sebesar Rp2,78 triliun atau mencapai 95,30% dari pagu, realisasi belanja APBD Kabupaten/Kota sebesar Rp6,8 triliun atau mencapai 89,9% serta realisasi belanja APBN sebesar Rp2,49 triliun atau mencapai 93% dari pagu.

Pada triwulan IV 2019, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi sebesar 2,62% (yoy), tekanan inflasi menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang mengalami inflasi sebesar 3,18% (yoy). Andil inflasi terbesar berasal dari kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Secara spasial pada triwulan IV 2019, Kota Pangkalpinang tercatat mengalami inflasi sebesar 2,31% (yoy), sedangkan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 3,19% (yoy).

Stabilitas sistem keuangan masih terjaga pada triwulan IV 2019 meskipun beberapa indikator menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih lanjut. Indikator pertumbuhan kinerja perbankan secara umum menunjukkan adanya perlambatan pada aset, dana dan kredit. Eksposure risiko dari korporasi dan rumah tangga juga perlu mendapat perhatian. Rasio intermediasi perbankan tercatat masih tinggi namun dengan risiko kredit bermasalah yang juga sudah mulai meningkat termasuk risiko kredit bermasalah UMKM yang perlu untuk mendapat perhatian. Pada triwulan I 2020, tren pelambatan kinerja keuangan perlu untuk diwaspadai sebagai dampak dari belum stabilnya perekonomian global akibat dari mewabahnya virus COVID-19.

Transaksi Tunai dan Non Tunai Cenderung Mengalami Peningkatan diakibatkan oleh adanya kebutuhan transaksi masyarakat jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020.

Indikator ketenagakerjaaan menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka di Bangka Belitung mengalami sedikit penurunan (yoy). Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) kembali melanjutkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, jumlah dan persentase penduduk miskin di Prov Kep Bangka Belitung juga mengalami penurunan (yoy).

Kinerja perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan II 2020 diperkirakan masih akan tumbuh positif pada rentang 3.25–3.75% (yoy) didorong oleh konsumsi domestik yang masih kuat. Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung tahun 2020 diperkirakan membaik dari tahun sebelumnya pada rentang 3,40–3,80% (yoy). Tekanan inflasi pada triwulan II 2020 dan keseluruhan tahun 2020 relatif masih terjaga pada target Nasional 3.0% ± 1%. Tenakanan inflasi pada tahun 2020 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan adanya kenaikan beberapa tarif yang diatur oleh pemerintah dan kenaikan harga emas dunia, dan pengaruh musim hujan dan gelombang tinggi.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel