Peraturan Bank Indonesia No.17/2/PBI/2015 tanggal 26 Maret 2015 tentang Suku Bunga Penawaran Antarbank - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020
Peraturan
 
Tanggal Berlaku
:
 
: 
Peraturan Bank Indonesia No.17/2/PBI/2015 tentang Suku Bunga Penawaran Antarbank
1 April 2015
I.        Latar belakang dan Tujuan
Dalam rangka memperkuat stabilitas moneter dan sistem keuangan domestik guna mendukung pencapaian tujuan Bank Indonesia, Bank Indonesia berupaya mendorong terciptanya pasar uang yang likuid dan dalam melalui ketersediaan suku bunga referensi yang kredibel yang dapat digunakan oleh pelaku pasar dalam berbagai transaksi keuangan. Sebagai perwujudan dari upaya tersebut, Bank Indonesia meningkatkan transparansi pembentukan suku bunga referensi dengan melakukan pengaturan terhadap Suku Bunga Penawaran Antarbank. Melalui transparansi pengaturan, diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas Suku Bunga Penawaran Antarbank (Jakarta Interbank Offered Rate / JIBOR), yang pada akhirnya mendorong pendalaman pasar keuangan domestik dan memperkuat stabilitas moneter dan sistem keuangan domestik.
II.       Materi Pengaturan
1.       Bank Indonesia menetapkan bank-bank yang menjadi bank kontributor yang memberikan suku bunga indikasi yang digunakan dalam perhitungan Suku Bunga Penawaran Antarbank.  
2.       Bank Indonesia mengatur kewajiban pelaporan suku bunga indikasi bagi Bank Kontributor, yang tata caranya mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai laporan harian bank umum.
3.       Bank Kontributor menyampaikan suku bunga indikasi berupa offer rate dan bid rate, dengan memperhatikan spread antara keduanya.
4.       Suku bunga indikasi yang disampaikan oleh bank kontributor dapat ditransaksikan oleh sesama bank kontributor. Bank Kontributor wajib menerima permintaan transaksi dari bank kontributor lain, sepanjang dalam batasan waktu dan batasan tertentu.
5.       Pelanggaran terkait pelaporan akan dikenakan sanksi mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai laporan harian bank umum, sementara pelanggaran terhadap kewajiban pemenuhan transaksi akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel