Museum BI

Start;Home;Layanan;default.aspx;Bukan Sifibi;default_2.aspx;Museum BI

Museum-Header.jpg


icon-fb icon-fb  icon-fb icon-fb icon-fb

Fasilitas Umum

Museum BI pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, selanjutnya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Juli 2009 dengan menambahkan dan menyempurnakan tata pamer, serta menerapkan teknologi multimedia interaktif.

Lantai 1 

penjualan-souvenir.JPGKafe
Pen​gunjung dapat membeli makanan-minuman dan bersantai sejenak.


penjualan-souvenir.JPGPhotoboots dan Kids Corner
Area bermain anak dan tersedia spot foto.



penjualan-souvenir.JPG​​​Ruang Serbaguna
Terletak di lantai dasar, berbagai event seperti workshop, bazar, diskusi, ramah tamah dan masih banyak lagi diselenggarakan di ruangan ini.

penjualan-souvenir.JPG​​​Inner Court
Halaman tengah utk menikmati kemegahan gedung Museum BI.



penjualan-souvenir.JPGMasjid
Pengunjung dapat beribadah di masjid yang dilengkapi penyejuk ruangan, selepas, atau sebelum jelajah.
 


 



Lantai 2 

penjualan-souvenir.JPGToko Cendera Mata
Pengunjung dapat membeli souvenir museum Bank Indonesia dengan harga terjangkau.


penjualan-souvenir.JPGAuditorium
Ruang ini digunakan bagi pengunjung rombongan, ataupun komunitas, sebagai tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti seminar/workshop/diskusi, dan edukasi publik.​

penjualan-souvenir.JPGRuang Transit VIP
Ruang khusus untuk penerimaan tamu VIP



​​
penjualan-souvenir.JPGRuang Pamer Temporer
Beragam pameran tematik dan bazar diadakan di ruang ini pada periode waktu tertentu.


penjualan-souvenir.JPG​​​Immersive Cinema
Ruang khusus berbentuk studio cinema.




 


​​Pemanduan Museum

Pemanduan Luring

Jika ingin berkunjung ke Museum BI yang menyajikan tata pamer sejarah kebijakan BI, koleksi uang dari zaman kerajaan (Numismatik) dan tahapan pembangunan serta arsitektur Gedung secara interaktif dengan teknologi terkini, dapat mengajukan permohonan yang ditujukan ke:

Museum Bank Indonesia

Jl. Pintu Besar Utara No. 3 (Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta)

Surat/surat elektronik ditujukan kepada M​useum Bank Indonesia dikirim ke alamat surat elektronik: museum@bi.go.id Atau Whatsapp 081291573940 (bagian pendaftaran Museum BI)

Waktu Pemanduan Luring

Selasa s/d Minggu Pukul 08.00 – 15.30 WIB

Senin dan Hari Libur Nasional Tutup

Gratis tanpa dipungut biaya​

Pemanduan Daring

Syarat dan Ketentuan:

  • Terbuka untuk umum
  • Gratis tanpa dipungut biaya
  • Dilaksanakan setiap hari Selasa s/d Kamis (pukul 09.00 dan 13.00 WIB)
  • Setiap hari Jumat dan Sabtu (pukul 14.00 dan 19.30 WIB)
  • Durasi pemanduan daring +/- 1 jam
  • Bisa daftar secara individua tau rombongan (tidak ada batas maksimal peserta)

Pendaftaran dapat melalui:

0812 9157 3940 atau email: museum@bi.go.id​​

360 Virtual Tour
Jelajahi museum bank indonesia dengan fitur 360 vitual tour









Jelajah Virtual 360 Museum BI

​​Koleksi Museum

Koleksi Uang Kertas & Koleksi Uang Koin​​​​​​​​​​

Uang Kerajaan di Nusantara

Uang Kolonial

Uang Awal Kemerdekaan RI

Uang Pemerintahan dan Bank Indonesia

Uang Token

Uang Khusus

​Akses

 

​Akses ke Museum Bank Indonesia dengan transportasi umum

Bus

  • Jalur 1 (Blok M – Kota)
  • Jalur 1A (PIK – Balai Kota)
  • Jalur M08 (Tanah Abang – Kota) 
  • Jalur U10 (Sunter – Kota)

KRL

Bekasi Line, Central Line


​​

​Tentang Museum BI​​

Latar Belakang

museum-BI-tentang.pngMuseum BI menempati gedung BI Kota yang sebelumnya digunakan oleh De Javasche Bank, gedung yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.



Tujuan

Guna menunjang pengembangan kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, maka sangat tepat apabila gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia. Adapun tujuan dari pendirian dan pemeliharaan gedung BI Kota adalah sebagai berikut:

  • Sarana Komunikasi Kebijakan BI. Museum BI memiliki fungsi untuk mensosialisakan berbagai kebijakan yang dikeluarkan BI sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengetahui dan memahami kebijakan BI terkini. 
  • Tempat Mengumpulkan, Menyimpan, dan Merawat Benda Numismatik Ataupun Dokumen Bersejarah BI. Beragam bentuk benda numismatik ataupun dokumen yang bernilai sejarah dalam perjalanan bank sentral Indonesia akan dikelola dan disajikan secara lengkap dan runtut, sehingga mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.  
  • Sarana Rekreasi Literasi Yang Menghibur/Edutainment (Education-Entertainment)Museum BI juga bertujuan sebagai sarana edukasi yang menghibur bagi masyarakat dengan menyediakan fasilitas pengetahuan kebanksentralan berbasis teknologi terkini.

Visi Misi

Visi : Menjadi wahana sumber informasi tentang sejarah B​​ank Sentral Indonesia yang terpercaya, informatif, modern dan menarik yang dikelola secara profesional. 

​Misi : Menyediakan sarana edukasi kepada masyarakat secara menarik dengan memanfaatkan teknolog informasi yang tepat guna mengenai:

  1. Fungsi dan peran Bank Indonesia dari waktu ke waktu.
  2. Gedung cagar budaya milik Bank Indonesia dan benda-benda koleksi yang terkait dengan sejarah Bank Indonesia, termasuk pelestariannya.
  3. Sejarah kebi​​jakan Bank Sentral di bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran.

Program Utama

Guna menunjang pengembangan kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata di DKI Jakarta, maka sangat tepat apabila gedung BI Kota yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah, dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia. Adapun tujuan dari pendirian dan pemeliharaan gedung BI Kota adalah sebagai berikut:

  • Jelajah Museum. Program ini ditujukan bagi pengunjung rombongan untuk menambah wawasan dan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, serta informasi koleksi numismatik dan arsitektur gedung. Surat permohonan kunjungan dapat dikimkan melalui e-mail ke Museum BI.
  • Seminar. Forum ini diselenggarakan untuk mendiskusikan topik tertentu mengenai berbagai isu termasuk ekonomi, sejarah, seni, heritage, dan budaya.
  • Pameran Temporer, Pameran diselenggarakan secara temporer dengan mengusung berbagai tema antara lain numismatik, seni, budaya, dan industri kreatif.
  • Kegiatan Interaktif dan Edukasi Tematik. Kegiatan edukasi rutin diadakan untuk memperingati hari-hari besar antara lain HUT RI, Hari Pahlawan, dan Hari Ibu. Kegiatan ini diisi dengan seminar, workshop, kuis, pertunjukan, dan perlombaan.
  • Museum BI Goes To School (MGTS)Kegiatan edukasi berupa pameran, pertunjukan, dan games yang dilaksanakan di sekolah/perguruan tinggi terpilih di berbagai wilayah di Indonesia.​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Baca Juga