Kerjasama Bank Indonesia dan Universitas Darussalam Gontor - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020
Kerjasama Bank Indonesia dan Universitas Darussalam Gontor
 
Dalam rangka edukasi kebanksentralan, Bank Indonesia (BI) sampai dengan tahun 2017 telah menjalin Kerja sama dengan 71 Perguruan Tinggi di wilayah Indonesia. Sebagai kick-off perluasan kemitraan di tahun 2018,  BI dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) sepakat untuk menjalin kerja sama dalam rangka pendidikan, penelitian, kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Kebanksentralan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, Ph.D, dan Rektor UNIDA, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. pada hari Sabtu 10 Maret 2018, di Gontor. 
 
Kerja sama diyakini akan memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah pihak. Dari sisi perguruan tinggi, pengembangan teori akademis diharapkan akan semakin dekat dengan praktik perumusan kebijakan di bank sentral. Hal tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil pendidikan dan keunggulan kompetitif program studi di perguruan tinggi. Sementara bagi mahasiswa, pemahaman mengenai kebijakan bank sentral dapat meningkatkan keunggulan dan pengembangan karir baik di bank sentral, sektor keuangan, pemerintahan, maupun dunia usaha. Dari sisi BI, kerja sama ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas perumusan kebijakan bank sentral, dengan perkembangan terkini mengenai teori-teori yang relevan. Selain itu, kerjasama ini dapat mendukung upaya sosialisasi peran dan fungsi bank sentral dalam perekonomian kepada mahasiswa, dunia akademis, dan masyarakat.
 
Penandatanganan NK di Gontor dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengembangan dan Implementasi Keilmuan Wakaf antara Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) yang diwakili oleh Kepala DEKS, Bp. Anwar Bashori dan Wakil Rektor 1 bidang Akademik UNIDA, Bp. Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, M. Phil.
 
Pengembangan keilmuan wakaf ini dilakukan melalui pendirian pusat pendidikan untuk profesional di bidang wakaf yang disebut International Center of Awqaf Studies (ICAST). Beberapa kegiatan yang akan dilakukan ICAST adalah pengembangan kurikulum dan edukasi melalui program studi pascasarjana Magister Wakaf, program sertifikasi nadzir wakaf, research and development, seminar dan pelatihan, serta publikasi terkait wakaf. Hal ini sejalan dengan salah satu pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yaitu Pilar Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi.  
 
Sebagai salah satu bentuk realisasi dari kerja sama di bidang Kebanksentralan, BI bersama dengan UNIDA menyelenggarakan Kuliah Umum di Main Hall Kampus UNIDA dengan topik “Peranan BI dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia” yang disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Ph.D, dan dimoderasi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNIDA, Dr. Khoirul Umam, M. Ec.
Kuliah umum tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari civitas akademika UNIDA yakni rektorat dan fungsionaris UNIDA, mahasiswa S1 dan S2 UNIDA, dosen UNIDA, serta akademisi, pimpinan pesantren dan perbankan setempat.
 
Dalam paparan kuliah umum, disebutkan bahwa ekonomi syariah merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Walaupun Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi syariah terbesar secara global, namun posisi Indonesia sebagai produsen masih tertinggal dengan negara lain. Selain itu, perkembangan perbankan dan aset keuangan syariah masih dinilai terbatas. Dalam upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sesuai dengan kerangka strategi nasional syariah, BI berperan sebagai AIR (Akselerator, Inisiator dan Regulator) melalui koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam rangka mendorong percepatan program ekonomi dan keuangan syariah, memprakarsai inovasi pengembangan program ekonomi dan keuangan syariah, serta merumuskan dan menerbitkan ketentuan terkait sesuai kewenangannya. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk industri perbankan syariah, akan terus dioptimalkan mengingat pencapaian visi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia memerlukan dukungan semua pihak.
 
Pada rangkaian kegiatan tersebut di atas, BI juga berkesempatan melaksanakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui pemberian mesin pengolah sampah kepada Pondok Pesantren Gontor sebagai upaya pengembangan ekonomi pesantren melalui industri pengolahan limbah sampah di lingkungan pesantren dan kampus UNIDA. Upaya dimaksud sebagai bagian dari implementasi Pilar Pemberdayaan Ekonomi Syariah. Selain itu, BI juga terus berkontribusi pada peningkatan layanan BI Corner dengan menyerahkan tambahan buku dan publikasi terbaru BI untuk BI Corner Perpustakaan UNIDA, dengan harapan koleksi data dan bahan bacaan BI Corner semakin menjadi pilihan bagi para pengguna/pemustaka.
 
 
 
rundown.png 
 
 
Galeri Foto
 2018-03-12-PHOTO-00000009.jpg
 2018-03-12-PHOTO-00000010.jpg
 
2018-03-12-PHOTO-00000011.jpg 
 2018-03-12-PHOTO-00000012.jpg
 2018-03-12-PHOTO-00000013.jpg
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel