<em>“Economic Outlook for Southeast Asia, China and India 2020: Rethinking Education for the Digital Era”</em> - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020

BI Institute bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menyelenggarakan Open Lecture Series (OLS) ke-25, pada Selasa, 26 November 2019 bertempat di ruang Kartini gedung D, kampus utama BI Institute.

Mengangkat tema “Economic Outlook for Southeast Asia, China and India 2020: Rethinking Education for the Digital Era” OLS kali ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu : (1) Kensuke Tanaka, Head of Asia Desk OECD Development Centre, (2) M. Edhie Purnawan, Bank Indonesia Supervisory Board (3) Amalia A. Widyasanti, Senior Advisor Bappenas.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BI Institute Bapak Solikin M. Juhro. Dengan hadirnya tiga orang narasumber yang ahli di bidangnya tentunya akan memperkaya wawasan peserta yang hadir. Secara umum ketiga narasumber yang hadir memaparkan mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendongkrak perekonomian untuk menghadapi situasi ekonomi global yang tidak menentu saat ini.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk internet di seluruh negara Asia meningkat dari tahun ke tahun. Digitalisasi ini juga turut mendorong e-commerse di Asia tumbuh dengan sangat cepat, mencapai 29% dari total global di tahun 2015 dan diperkirakan meningkat menjadi 41% dari total global di tahun 2021. Pergeseran era ini kemudian turut mengubah cara operasi perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan produktivitasnya. Untuk mendukung itu semua, skilled labor sangat dibutuhkan, terutama tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Dalam hal ini, peran institusi pendidikan menjadi sentral karena merupakan salah satu gerbang dalam mencetak tenaga kerja terampil.

Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam hal digitalisasi ini adalah tingginya tingkat gap ekonomi-sosial dalam akses digital. Oleh karena itu, beberapa hal seperti pengembangan digital simulation serta course yang berorientasi industry 4.0 harus segera diinisiasi secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kualitas SDM dan mempersempit gap dalam mengakses teknologi sehingga Indonesia dapat lebih bersaing dengan negara lainnya.

Dengan topik yang sangat menarik dan juga narasumber yang expert di bdangnya, Open Lecture Series ke-25 ini berhasil menarik perhatian dari seratus orang peserta, yang berasal dari internal dan eksternal Bank Indonesia diantaranya dari perbankan, akademisi dari perguruan tinggi, ISEI, BAppenas, OJK serta institusi terkait seperti Kementerian Keuangan dan lembaga lainnya. BI Institute akan terus mengangkat tema-tema aktual dalam kegiatan open lecture berikutnya, sampai jumpa pada open lecture series ke-26 J .

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel