20th Open Lecture Series - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
September 23, 2020
Kampus Utama BINS Gedung D - Jakarta - Kepala Ekonom ASEAN+3 Macroeconomy Research Office (AMRO), Dr. Hoe Ee Khor, memperkirakan bahwa perlambatan siklus bisnis akibat penurunan siklus belanja teknologi dan modal serta ketidakpastian perdagangan global  pada rentang periode 2018-2020 diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh yang besar terhadap  kondisi ekonomi negara- negara di kawasan ASEAN+3. Hal tersebut diungkapkannya pada kegiatan BI Institute Open Lecture Series ke-20 yang berlangsung di Ruang Kartini, Gedung D, Kampus Utama BI Institute pada 18 Juni 2019.
 
Dibuka oleh Kepala Grup Pengembangan Akademi Bank Indonesia Institute (BINS), Ibu Arlyana Abubakar, Open Lecture Series ke-20 mengangkat tema “AMRO’s ASEAN+3 Regional Outlook 2019: Building Capacity and Connectivity for the New Economy”. Hadir sebagai narasumber adalah peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, dan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Erwin Haryono.
Kegiatan ini dihadiri 86 peserta dan dihadiri oleh perwakilan beberapa instansi diantaranya, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Bappenas, Lembaga Penjamin Simpanan, Mandiri Institute, LPPI, PPATK, dan akademisi dari beberapa universitas.
Dalam paparan lanjutan, Dr. Hoe Ee Khor menjelaskan bahwa  otoritas di kawasan tetap harus waspada mengingat resiko menjadi semakin nyata.  Seperti di beberapa kawasan yang telah menerapkan langkah- langkah kebijakan yang bersifat pre-emptive atau frontloaded untuk meredam kekhawatiran pasar. Pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN+3 diperkirakan melambat pada periode 2019-2020,  dibandingkan 2018. Indonesia sendiri diproyeksikan akan tumbuh ekonominya sebesar 5,1 persen.
 
Sebagai rekomendasi, dalam jangka menengah panjang, negara-negara ASEAN memerlukan usaha yang lebih besar untuk mendukung prospek pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Kebijakan seperti pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan kapasitas ekonomi, konektivitas rantai produktif dan pendalaman pasar domestik harus menjadi prioritas.
 
Walaupun ASEAN telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam dua dekade terakhir melalui strategi "manufaktur untuk ekspor", namun peralihan ke sektor jasa tidak dapat dihindari untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Materi selengkapnya yang disampaikan oleh  Dr. Hoe Ee Khor dapat diunduh di  menu Publikasi – Lecture.
 
 
OLS 20.a.jpg 
 
 
OLS 20.b.jpg 
 
OLS 20.c.jpg 
 
Tags:  

Survey

Is this article give you useful information?
Rate this article:
Comment:
Show Left Panel