14th open lecture series - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
October 22, 2020
14th Open Lecture Series
“Resilience and Growth In a Changing World”
 
Di bulan Mei 2018 ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) telah mempublikasikan ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) Tahun 2018. Bank Indonesia (BI) merasa bahwa publikasi tersebut sangat bermanfaat bagi BI dan juga stakeholders dalam menganalisa perkembangan dan tren ekonomi di kawasan dalam perumusan kebijakan maupun studi terkait. Melihat pentingnya publikasi tersebut, Bank Indonesia Institute (BI Institute) berinisiatif untuk membahas dan mendiskusikan topik terkait ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) Tahun 2018 yang dikemas dalam open lecture series yang ke 14.
 
Open lecture series ke-14 ini diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Juni 2018 di gedung D kampus utama BI Institute dengan mengangkat tema“Resilience and Growth In a Changing World”. Karena tema yang diangkat menarik dan timely untuk dibahas, acara yang berlangsung selama 2,5 jam ini dibanjiri banyak peserta, tercatat lebih dari 150 peserta dari internal dan eksternal BI hadir dalam acara tersebut. Bertindak sebagai pembicara adalah Dr.Hoe Ee Khor (Chief Economist, AMRO) dan Dr.Reza Y.Siregar (Chief Representative Singapore Office Institute Of International Finance) dengan moderator Ibu Arlyana Abubakar (Kepala Grup Pengembangan Akademi – BI Institute).
 
Dr. Hoe Ee Khor dalam paparannya membahas tentang kondisi perekonomian terkini di ASEAN+3, dari mulai faktor dan komoditas apa saja yang dapat memperkuat perekonomian kawasan sampai tantangan yang akan dihadapi di depan. Tidak hanya itu, Dr,Hoe Ee Khor juga menyampaikan rekomendasi bauran kebijakan dari AMRO untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Sedangkan Dr.Reza Y.Siregar membahas mengenai gambaran pertumbuhan dan arus modal di negara berkembang di kawasan Asia, dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko ekonominya. Menurut Dr.Reza, kondisi ekonomi global yang paling besar mempengaruhi pasar di negara-negara berkembang Asia. Terdapat persamaan pendapat dari kedua orang pembicara di open lecture series ke-14 ini, yaitu mereka sepakat bahwa terdapat peningkatan pertumbuhan ekonomi dari sektor jasa, seperti pariwisata contohnya, peluang tersebut harus dikelola secara maksimal.
 
Saat ini dunia telah berubah, yang kita perlukan adalah kemampuan menangkap peluang dan potensi, lalu mengoptimalkannya melalui inovasi untuk memenangkan kompetisi.
 
125512_20180608030955_166_IMG-20180608-WA0008.jpg
125512_20180608032222_1573_20180608_101716.jpg
 
Tags:  

Survey

Is this article give you useful information?
Rate this article:
Comment:
Show Left Panel