Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon
​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​
2/6/2026 10:50 PM
Hits: 5211

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (6 Februari 2026)

Siaran Pers
 

No.28/34/DKom 

Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator nilai tukar dan yield SBN (Surat Berharga Negara) sebagai berikut:

Pada akhir hari Kamis, 5 Februari 2026

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.825 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,30%.
  3. DXY[1] menguat ke level 97,82.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke 4,180%.

Pada pagi hari Jumat, 6 Februari 2026

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.850 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,37%.

​Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Selanjutnya, sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN masing-masing dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko – Kementerian Keuangan Indonesia​. Adapun data perkembangan kepemilikan SRBI dapat diakses melalui website Bank Indonesia.

 

Jakarta, 6 Februari 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif


[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun. 



Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 2/11/2026 9:37 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga