No.28/130/DKom Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS. Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya defisit neraca perdagangan migas di tengah neraca perdagangan nonmigas yang tetap mencatat surplus. Defisit neraca perdagangan migas meningkat menjadi sebesar 3,76 miliar dolar AS pada Mei 2026 didorong oleh penurunan ekspor migas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan impor migas. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas pada Mei 2026 tetap mencatat surplus sebesar 2,15 miliar dolar AS, ditopang oleh tetap baiknya kinerja ekspor nonmigas yang mencapai sebesar 22,44 miliar dolar AS. Kinerja ekspor nonmigas yang tetap positif terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti bahan bakar mineral serta nikel dan barang daripadanya. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Dengan perkembangan ini, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Mei 2026 secara kumulatif tetap mencatat surplus sebesar 4,03 miliar dolar AS.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Jakarta, 1 Juli 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif