No. 23/66/DKom
Menurut data Badan Pusat Statistik
(BPS), neraca perdagangan Indonesia Februari 2021 kembali surplus sebesar 2,0
miliar dolar AS, sedikit meningkat dari surplus bulan sebelumnya sebesar 1,96
miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia
telah berturut-turut mengalami surplus sejak Mei 2020. Bank Indonesia memandang
surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga
ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk
mendukung pemulihan ekonomi.
Surplus neraca perdagangan Februari 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang
berlanjut. Pada Februari 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas
sebesar 2,44 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus
pada Januari 2021 sebesar 2,63 miliar dolar AS. Perkembangan itu dipengaruhi
oleh ekspor nonmigas yang tercatat 14,40 miliar dolar AS, relatif stabil
dibandingkan dengan ekspor nonmigas bulan sebelumnya sebesar 14,41 miliar dolar
AS. Ekspor sejumlah produk manufaktur, seperti besi dan baja serta kendaraan
dan bagiannya, membaik setelah sempat terkoreksi pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, impor nonmigas mengalami peningkatan terutama pada kelompok
barang modal, sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik yang melanjutkan
perbaikan. Adapun, defisit neraca perdagangan migas menurun dari 0,67 miliar
dolar AS pada Januari 2021 menjadi 0,44 miliar AS, dipengaruhi oleh penurunan
impor migas di tengah ekspor migas yang tetap tinggi.
Jakarta, 15 Maret 2021
Kepala Departemen Komunikasi
Erwin Haryono
Direktur Eksekutif
Informasi tentang Bank Indonesia
Telp. 021-131, Email : bicara@bi.go.id
