No.28/113/DKom
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 mencatat surplus sebesar 0,09 miliar dolar AS, melanjutkan surplus pada Maret 2026 sebesar 3,32 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang berlanjutnya surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Surplus neraca perdagangan yang berlanjut pada April 2026 terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap baik. Neraca perdagangan nonmigas pada April 2026 mencatat surplus sebesar 3,53 miliar dolar AS, seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 24,15 miliar dolar AS. Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak hewani/nabati serta bahan bakar mineral maupun ekspor produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya serta kendaraan dan bagiannya. Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi sebesar 3,44 miliar dolar AS pada April 2026 sejalan dengan peningkatan impor migas di tengah penurunan ekspor migas.
Jakarta, 2 Juni 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif