No.28/111/DKom Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS terus memperkuat literasi keuangan generasi muda di tengah tingginya dinamika ekonomi global yang dipenuhi berbagai tantangan dan pesatnya transformasi digital. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi finansial masyarakat, tidak terkecuali generasi muda. Untuk itu, literasi keuangan bukan sekadar memahami produk keuangan atau investasi, tetapi membangun kemampuan mengambil keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, saat menyampaikan keynote speech dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) di Yogyakarta, Jumat (22/5). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Komisioner LPS, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Rektor Universitas Gadjah Mada.
Di tengah dinamika global tersebut, Bank Indonesia memastikan setiap kebijakan yang ditempuh diarahkan untuk memperkuat stabilitas sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di antaranya melalui peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Aida menegaskan bahwa Bank Indonesia meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dari dua arah. Pertama, melalui pengembangan instrumen pasar uang yang memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan korporasi. “Supaya investor mau menanam modalnya di Indonesia dan masyarakat tetap memegang aset dalam Rupiah,“ tegas Aida. Kedua, mendorong inovasi sistem pembayaran digital antara lain melalui QRIS yang membuat transaksi serta akses ke produk keuangan dan investasi semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Pada kesempatan tersebut, Aida juga mengajak generasi muda agar paham digital, selalu tumbuh, dan matang finansial. “Harus cerdas, cermat, dan cuan dalam memilih portofolio investasi!" Aida mengimbau.
Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangannya dan sekaligus mendukung LIKE IT 2026, Bank Indonesia terus memperluas inklusi ekonomi dan keuangan digital melalui penguatan ekosistem sistem pembayaran melalui pengembangan QRIS. Hingga April 2026, QRIS telah digunakan oleh 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant, yang mayoritas merupakan UMKM. Selain itu, Bank Indonesia turut mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program inovasi seperti Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Digdaya x Hackathon guna mempersiapkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi transformasi ekonomi digital. Bank Indonesia secara aktif juga menjalankan upaya pelindungan konsumen melalui program PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) guna meningkatkan awareness masyarakat terhadap berbagai risiko fraud dan kejahatan digital.
LIKE IT merupakan program kolaborasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, OJK, dan LPS guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. LIKE IT di Yogyakarta yang dirangkaikan dengan Business Talk Jogja Financial Festival 2026 adalah penyelenggaraan ke-3. Kegiatan ini sekaligus merupakan grand launching LIKE IT 2026 dengan tema “Financial Survival for Young Generation". LIKE IT 2026 akan dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia dengan penyelenggaraan ke-1 dan ke-2 telah dilaksanakan di Palembang dan Ambon pada Maret dan April 2026.
Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS akan terus memperkuat sinergi edukasi dan literasi keuangan guna mendukung stabilitas sistem keuangan, memperluas basis investor domestik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.
Jakarta, 22 Mei 2025
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif