Sobat Rupiah, pernah punya pengalaman mau jajan pakai QRIS terus nggak jadi karena penjualnya belum pakai QRIS?
Sungguh sangat disayangkan ya, Sobat. Penjual jadi kehilangan peluang karena pelanggan yang pergi. Sama halnya dengan kita sebagai pembeli, kehilangan waktu dan kesempatan mencicipi jajanan idaman. Memang, ditengah semakin kencangnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, bagi yang tidak mengikutinya, maka akan tertinggal.
Berkat digitalisasi, kini urusan transaksi tak perlu repot lagi. Digitalisasi bukan cuma sekadar tren, tapi mesin penggerak baru yang membuat UMKM kita semakin diuntungkan. Pelanggan berdatangan, UMKM sudah tentu makin dapat cuan!
Tak Perlu Repot Siapkan Kembalian, Sekali Scan Transaksi Selesai dalam Genggaman
Kalau Sobat Rupiah saat ini ditanya lebih baik nggak bawa dompet atau nggak bawa handphone? Pasti kebanyakan lebih baik nggak bawa dompet ya, karena sekarang apa-apa sudah ada di handphone kita. Untuk urusan transaksi pembayaran pun tinggal scan aja!
Begitu juga dengan pemilik UMKM, dulu repot siapkan kembalian, sekarang tinggal siapkan QRIS untuk pembayaran, transaksi selesai cepat nggak ada yang terlewat. Selain itu kemudahan lainnya adalah transaksi semua tercatat otomatis melalui aplikasi penyedia jasa pembayaran. Sebuah langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih profesional, dan yang terpenting, terhindar dari kejahatan uang palsu yang jelas merugikan!
Terlebih lagi, UMKM tak perlu lagi membuang waktu untuk ke bank setiap hari hanya untuk menyetor uang hasil penjualan. Dengan dana yang langsung masuk ke rekening, mereka bisa fokus pada inti bisnis: melayani pelanggan dan mengembangkan produk. Pengurangan biaya operasional, waktu, dan energi ini otomatis menjadi tambahan keuntungan.
Melesat Bagai Kilat, Transformasi Digital Dorong UMKM Tumbuh Hebat!
Jika dibandingkan dengan masa sebelum digitalisasi, berbagai kemudahan yang dirasakan dalam transaksi digital ini ibarat kita beralih dari naik sepeda menjadi kendaraan bermotor, sama-sama sampai tujuan, tapi beda kecepatan, efisiensi, dan kenyamanan! Kemudahan transaksi ini tidak hanya menyenangkan pelanggan, tapi juga sangat meringankan beban operasional UMKM.
Digitalisasi juga kini menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia, tak terkecuali bagi UMKM. Data jumlah pengguna QRIS pada semester I 2025 yang mencapai hampir 60 juta pengguna, dan 60%-nya adalah UMKM, menjadi bukti nyata, transformasi digital mampu menggerakan ekonomi bangsa.
Dari kota besar hingga wilayah terluar, digitalisasi membuka akses dan memperluas kesempatan untuk semakin maju dan berkembang. Dengan adopsi pembayaran digital yang makin meluas, manfaatnya terasa baik untuk masyarakat, UMKM, dan dunia usaha.
Wujudkan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Dengan Digitalisasi
Digitalisasi adalah kunci. Penguatan fondasi digitalisasi telah menjadi agenda strategis pemerintah dan Bank Indonesia untuk mewujudkan ekonomi yang semakin inklusif, berkelanjutan dan berdaya tahan.
Setelah sukses dengan capaian Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang telah membentuk fondasi transformasi digital nasional, seperti QRIS, BI-FAST, SNAP dan elektronifikasi pembayaran, kini Bank Indonesia menghadirkan BSPI 2030 sebagai panduan menuju sistem pembayaran nasional yang cepat, aman, terjangkau, inklusif.
Melalui inisiatif 4I RD (Infrastruktur, Industri, Inovasi, Internasionalisasi, dan Rupiah Digital), BSPI 2030 memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Arah kebijakan sistem pembayaran diperkuat untuk memastikan integrasi ekonomi digital dalam struktur yang konsolidatif dan berdaya tahan.
Sinergi dan Inovasi, Kolaborasi Bersama untuk Akselerasi Digitalisasi!
Semangat untuk bersinergi dan memberikan inovasi terbaik untuk semakin mengakselerasi digitalisasi ekonomi negeri ini, diwujudkan Bank Indonesia bersama OJK melalui Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025.
Dengan tema “Sinergi dan Inovasi untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia,” kegiatan ini mempertegas komitmen seluruh pihak dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Apa saja inovasi yang akan ada di FEKDI x IFSE 2025 ini?
Diantaranya yaitu peluncuran QRIS Tap In–Tap Out, transaksi jadi makin cepat dengan teknologi NFC. Sobat juga bisa ikut merasakan beragam aktivitas seperti edukasi QRIS experience, vending machine cukup bayar Rp1 dan beragam arcade games yang seru banget! Ada juga pengumuman BI–OJK Hackathon 2025. Siapakah yang akan jadi pemenangnya?
Yuk, tunggu apa lagi. Mari beri makna untuk datang sama-sama ke FEKDI x IFSE 2025 di JICC, Senayan, Jakarta. 30 Oktober - 1 November 2025, gratis dan terbuka untuk umum!
Kolaborasi Lokal untuk Daya Saing Ekonomi Global
Transformasi digital bukan sekadar inovasi teknologi, tapi wujud nyata sinergi untuk kemajuan ekonomi bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat dan semangat inovasi berkelanjutan, Indonesia siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing global.