No. 28/59/DKom
Penguatan literasi keuangan menjadi kunci agar peningkatan inklusi keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,74%. Capaian ini perlu diimbangi dari sisi literasi keuangan, yang saat ini masih tercatat 66,46%. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI meluncurkan Program “Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan" (AKSI KLIK) dan Gerakan “Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan" (AKU BISA SEJAHTERA). Program tersebut diluncurkan bersama oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) pada hari ini di Bank Indonesia, Jakarta (6/3). Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan produktif.
Perry Warjiyo menyampaikan bahwa BI terus mendorong inklusi dan literasi keuangan. Berbagai inovasi, seperti QRIS, BI-FAST, dan SNAP, telah memperluas integrasi masyarakat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ke dalam ekosistem keuangan digital. Saat ini, QRIS telah digunakan masif oleh 59,98 juta pengguna, dengan 50 juta pengguna diantaranya adalah UMKM. Lebih lanjut, Perry menegaskan “Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan, khususnya keuangan digital. Insiatif yang diluncurkan pada hari ini menandai langkah bersama untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan yang lebih berkualitas dan berdampak, dengan memperkuat ketahanan dan kemapanan keuangan, keberlanjutan usaha, serta kesejahteraan masyarakat", demikian disampaikan Perry.
Sinergi ini sejalan dengan arahan Presiden RI dan Asta Cita khususnya dalam mendorong UMKM dan kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan, demikian tegas Airlangga. Karena itu, Pemerintah terus mendorong transformasi kebijakan dari pendekatan yang berfokus pada perluasan inklusi keuangan menuju kerangka kesejahteraan keuangan. “Inisiatif AKSI KLIK dan Gerakan AKU BISA SEJAHTERA berperan penting dalam memperkuat fondasi kebijakan inklusi keuangan dan kesejahteraan keuangan masyarakat di tengah akselerasi transformasi digital sektor keuangan. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi, memastikan inisiatif ini berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat", pungkas Airlangga.
AKSI KLIK dan Gerakan AKU BISA SEJAHTERA merupakan penguatan agenda nasional dalam membangun ekosistem kesejahteraan keuangan yang terintegrasi. Hal ini dilakukan melalui sinergi pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, perluasan akses pembiayaan produktif dan peningkatan literasi keuangan secara end-to-end. Inisiatif ini akan diawali dengan program edukasi/literasi keuangan pengembangan kelompok rentan dan sosialisasi kalkulator hijau.
Pada kegiatan tersebut juga diluncurkan tiga buku. Pertama adalah buku “Strategi dan Program Edukasi dalam Rangka Literasi Keuangan Digital Menuju Kesejahteraan Keuangan" yang mengulas pendekatan komprehensif pada upaya edukasi keuangan yang masif, targeted, dan terstruktur untuk mendorong tercapainya kesejahteraan keuangan masyarakat Indonesia. Kedua, buku Panduan Modul Edukasi Keuangan Digital Tingkat Dasar", yang berisi panduan bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Ketiga, sebagai upaya memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi nasional, juga diluncurkan buku “Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Aksi Mitigasi" sebagai panduan strategis dalam menerapkan prinsip-prinsip usaha berkelanjutan secara terstruktur dan terukur. Dengan tersedianya ketiga buku ini, upaya penguatan literasi keuangan digital, peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan masyarakat, serta pengembangan UMKM berkelanjutan diharapkan semakin meluas sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai wujud kolaborasi seluruh pihak, turut hadir dalam acara jajaran pimpinan DNKI, Kementerian/Lembaga, pelaku industri keuangan, akademisi, asosiasi, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM. Untuk memperoleh keselarasan pandangan mengenai inisiatif peningkatan inklusi dan literasi keuangan, acara dilanjutkan dengan talkshow mengenai strategi nasional dalam memperkuat literasi dan inklusi keuanganuntuk mendorong literasi digital, kebijakan BI untuk pengembangan UMKM berkelanjutan, hingga peran dunia usaha dalam percepatan adopsi prinsip keberlanjutan. Bertindak sebagai narasumber yaitu BI, Kemenko Perekonomian RI, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Melalui AKSI KLIK dan Gerakan AKU BISA SEJAHTERA, BI, Kemenko Perekonomian, otoritas terkait, beserta pelaku UMKM semakin menyatukan langkah memperkuat literasi keuangan digital dan mendorong UMKM berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Sinergi ini menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya dan sejahtera di era ekonomi digital.
Jakarta, 6 Maret 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif