Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​
7/10/2026 9:35 PM
Hits: 42

FESyar KTI 2026: Momentum Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Siaran Pers
 


No.28/135/DKom  

Indonesia semakin memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia, sekaligus meraih peringkat pertama pada sektor modest fashion, peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah muslim, dan peringkat ketiga pada sektor makanan halal. Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat besar, didukung konsep ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, berkeadilan, dan stabil.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) (10/7). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, bersama Dekranasda NTB, tokoh masyarakat, pemuka agama dan adat, serta pelaku usaha syariah, sebagai bentuk sinergi penguatan ekosistem halal di wilayah timur Indonesia.

Destry menegaskan bahwa sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kinerja ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sebesar 6,21% (yoy) pada 2025 yang didukung akselerasi sektor Halal Value Chain. Kinerja perbankan syariah juga tetap solid, tecermin dari pembiayaan yang tumbuh 10,42% (yoy) menjadi Rp709 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 11,75% (yoy) menjadi Rp792 triliun per Mei 2026, serta peningkatan indeks literasi ekonomi syariah menjadi 50,18%. “Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan capaian yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat," tambahnya. Dari sisi akses pembiayaan, Bank Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar dan omzet UMKM/pelaku usaha syariah sebesar Rp1,5 miliar. Selanjutnya, dari sisi literasi dan edukasi, antusiasme tecermin dari 3.223 pendaftar Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) atau 124% dari target 2.600 pendaftar.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, turut mengapresiasi 4 program unggulan Bank Indonesia yang dinilai menjadi fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing. “Rangkaian kegiatan FESyar KTI 2026 diharapkan dapat membuka akses pasar baru, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadikan ekonomi syariah sebagai ruang inovasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkenalkan produk syariah kepada khalayak yang lebih luas", tambah Abul Chair.

FESyar KTI merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, program tahunan Bank Indonesia. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", FESyar KTI 2026 menghadirkan 4 program unggulan, yaitu AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), dan MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf). Keempat program tersebut menyasar penguatan akses pembiayaan, literasi dan edukasi, hingga keuangan sosial digital bagi pelaku ekonomi syariah.

Penyelenggaraan FESyar KTI 2026 tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi erat Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Agama, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Kementerian Keuangan, akademisi, dan pelaku usaha syariah. Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penguatan rantai nilai halal, pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan adaptif, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi. Berbagai upaya sinergis ini diharapkan mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.



Jakarta, 10 Juli 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif


sp_2813526_2.png

Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 7/11/2026 3:37 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga