Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

Departemen Komunikasi​

8/13/2021 3:00 PM
Hits: 1722

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (13 Agustus 2021)

Siaran Pers
 

No.23/204/DKom

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A.  Perkembangan Nilai Tukar 9 – 13 Agustus 2021

Pada akhir hari Kamis, 12 Agustus 2021

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.380 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,32%.
  3. DXY[1] menguat ke level 93,04.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 1,359%.

Pada pagi hari Jumat, 13 Agustus 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.375 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik di level 6,33%.

Aliran Modal Asing (Minggu II Agustus 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 73,89 bps per 12 Agustus 2021 dari 77,66 bps per 6 Agustus 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 9-12 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,49 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp4,33 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,16 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto Rp13,77 triliun.

B.   Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Agustus 2021, perkembangan harga pada Agustus 2021 tetap relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,04% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,60% (yoy).
  2. Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas minyak goreng, telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta bawang merah dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,04% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), daging ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Jakarta, 13 Agustus 2021

Kepala Departemen Komunikasi

Erwin Haryono

Direktur Eksekutif

 

Informasi tentang Bank Indonesia

Tel.021-131, email : bicara@bi.go.id

 



[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.


Infografis_Perkembangan_Indikator_Stabilitas_Nilai_Rupiah_13_Agustus_2021.jpg

Lampiran
Kontak
​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 8/13/2021 3:20 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga