BI Icon

​​Departemen Komunikasi​​

8/16/2026 4:00 PM

Mengenal Rupiah melalui Edukasi 3D dan 5J untuk Indonesia Sejahtera

 

Sobat Rupiah, pernahkah kita memandang Rupiah lebih dari sekadar alat untuk bertransaksi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih sejahtera?

Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam talkshow “Rupiah untuk Indonesia Sejahtera" dalam rangka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) Tahun 2026. Tiga sosok dengan latar belakang berbeda, yakni dr. Gia Pratama, Aldi Taher, dan Habib Jafar mengajak masyarakat mengenal Rupiah dari perspektif yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Mulai dari 3D (Dilihat, Diraba Diterawang) untuk membantu masyarakat mengenali keaslian Rupiah, dan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Distaples, Jangan Dibasahi) yang mengajarkan cara menjaga kondisi fisik Rupiah agar tetap layak digunakan. 

Kesejahteraan Dimulai dari Hal yang Dekat

Bagi dr. Gia, kesejahteraan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan. Tubuh yang sehat memberi kesempatan untuk belajar, bekerja, berkarya, dan menikmati hidup. Namun, kesehatan seringkali baru terasa begitu berharga ketika kita mulai kehilangannya. Karena itu, kesehatan perlu dijaga sebelum muncul masalah.

Begitu pula dengan Rupiah. Kita mungkin baru menyadari pentingnya menjaga kondisi uang ketika Rupiah sulit dikenali, rusak, atau tidak nyaman digunakan. Merawat Rupiah dari hal-hal sederhana menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap uang yang setiap hari mendukung aktivitas kita.

Dari perspektif filsafat, Habib Jafar mengajak masyarakat melihat Rupiah lebih dalam. Sama seperti mengenal seseorang, memahami Rupiah tidak cukup hanya dari apa yang tampak di permukaan. Ada nilai, cerita, dan proses yang membuat sesuatu menjadi berarti.

Dari seluruh perspektif tersebut, muncul satu pesan, yakni Rupiah akan semakin bermakna ketika kita mengenal, memahami, dan menjaganya.

Kenali Keaslian Rupiah dengan 3D

Salah satu cara sederhana untuk mengenali keaslian Rupiah adalah melalui edukasi 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

  • Dilihat, masyarakat dapat memperhatikan unsur visual pada uang Rupiah, seperti warna, gambar utama, nominal, dan unsur pengaman berupa benang pengaman.
  • Diraba, masyarakat dapat merasakan hasil cetak intaglio yang terasa kasar pada bagian tertentu serta mengenali blind code yang membantu penyandang tunanetra mengenali pecahan uang.
  • Diterawang, masyarakat dapat menemukan watermark berupa gambar pahlawan dan rectoverso atau gambar saling isi yang akan terlihat utuh ketika uang diterawang.

Tiga langkah ini bukan sekadar cara mengenali uang. Di dalamnya terdapat cerita yang membuat Rupiah semakin dekat dengan kehidupan kita.

Gambar pahlawan pada watermark, misalnya, mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang pahlawan, ada proses, perjuangan, dan nilai yang dijalani hingga akhirnya menjadi sosok yang dikenang. Sementara itu, rectoverso yang saling melengkapi dapat menjadi pengingat bahwa sebuah tujuan sering kali tidak dicapai sendirian. Kolaborasi membuat peran yang berbeda dapat saling mengisi dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Dari Rupiah, kita belajar bahwa sesuatu yang bernilai tidak selalu cukup dilihat dari apa yang tampak di permukaan.

Rawat Rupiah dengan 5J

Setelah mengenali keaslian Rupiah, langkah berikutnya adalah menjaga kondisinya.

Melalui edukasi 5J, Bank Indonesia mengajak masyarakat merawat Rupiah dengan Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Distaples, dan Jangan Dibasahi.

Kebiasaan tersebut mungkin sederhana, tetapi berperan dalam menjaga kondisi fisik uang Rupiah agar tetap layak digunakan dan lebih mudah dikenali. Merawat Rupiah juga menjadi bagian dari Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Mencintai Rupiah berarti memperlakukannya dengan baik. Bangga terhadap Rupiah berarti menyadari bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan Indonesia. Sementara memahami Rupiah berarti mengetahui fungsi, ciri keaslian, serta cara menjaganya.

Rupiah Berputar, Manfaat Terus Mengalir

Peran Rupiah tidak berhenti pada mengenali keaslian dan menjaga kondisi fisiknya.

Ketika Rupiah digunakan untuk membeli produk UMKM, ada usaha yang terus tumbuh. Ketika digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ada aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Ketika dibelanjakan pada produk dalam negeri, Rupiah turut menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Untuk mendukung kelancaran transaksi tersebut, Bank Indonesia melakukan pengelolaan Rupiah untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah, pecahan, dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.

Manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Masyarakat dapat memperoleh Rupiah yang dibutuhkan untuk bertransaksi dengan nyaman, sementara kualitas uang yang beredar tetap dijaga. Dengan demikian, pengelolaan Rupiah bukan sekadar memastikan uang tersedia. Di dalamnya terdapat upaya menjaga kelancaran transaksi sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah.

Setiap Rupiah Punya Cerita

FERBI mengingatkan kita bahwa Rupiah bukan sekadar angka dan gambar yang tercetak pada selembar uang. Di dalamnya ada identitas bangsa, kisah para pahlawan, teknologi pengaman, aktivitas ekonomi, dan kerja bersama untuk menjaga kepercayaan terhadap Rupiah. Kesejahteraan pun dibangun dengan cara yang serupa, yakni melalui kesehatan yang dijaga, kerja keras yang dihargai, rasa syukur, serta kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Maka, mari mulai dari hal sederhana. Lihat, raba, dan terawang Rupiah untuk mengenali keasliannya. Jaga Rupiah dengan 5J. Gunakan Rupiah dengan bijak. Karena setiap Rupiah yang kita kenali, rawat, dan gunakan dengan bijak adalah bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan.

 

Lampiran
Kontak
Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​​​​​​​​​​​​​​

Tags :

Halaman ini terakhir diperbarui 8/20/2026 7:32 PM

Apakah halaman ini bermanfaat?

Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?