Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

Departemen Komunikasi​

8/6/2021 6:00 PM
Hits: 1302

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (6 Agustus 2021)

Siaran Pers
 

No. 23/196/DKom

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A.  Perkembangan Nilai Tukar 2 – 6 Agustus 2021

Pada akhir hari Kamis, 5 Agustus 2021

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.340 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,25%.
  3. DXY[1] menguat ke level 92,24.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik terbatas ke level 1,224%.

Pada pagi hari Jumat, 6 Agustus 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.340 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik di level 6,27%.

Aliran Modal Asing (Minggu I Agustus 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 78,70 bps per 5 Agustus 2021 dari 80,42 bps per 30 Juli 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 2-5 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp11,23 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp9,89 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp1,34 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto Rp14,63 triliun.

B.   Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Agustus 2021, perkembangan harga pada Agustus 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,04% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,60% (yoy).
  2. Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm), tomat dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02% (mtm) dan bawang merah sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit dan daging ayam ras masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang dan jeruk masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.


Jakarta, 6 Agustus 2021

Kepala Departemen Komunikasi

Erwin Haryono

Direktur Eksekutif

 

Informasi tentang Bank Indonesia

Tel.021-131, email : bicara@bi.go.id

 



[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Infografis_Perkembangan_Indikator_Stabilitas_Nilai_Rupiah_06_Agustus_2021.jpg

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 8/9/2021 10:19 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga