Cerita BI

BI Icon
​Departemen Komunikasi
3/18/2024 8:00 AM
Hits: 1291

QRIS Cross-Border : Digitalisasi Pembayaran Antarnegara

QRIS Cross-Border : Digitalisasi Pembayaran Antarnegara​

Kerasa nggak kalau sekarang semua jadi serba mudah? Ingin belanja apapun dimanapun, kini tinggal scan dan selesai. 

Dengan adanya perkembangan ponsel pintar atau smartphone yang kian masif di tengah masyarakat, turut memiliki pengaruh pada perkembangan metode pembayaran di tengah  masyarakat. Saat ini, masyarakat tak perlu lagi membawa banyak uang dalam dompet mereka. 

Apalagi sampai membawa berbagai kartu yang tebalnya mungkin dapat merusak dompet kita. Ya, benar. Smartphone kita sudah bisa menjadi alat pembayaran. Cukup melalui scan QR, kita sudah bisa melakukan transaksi yang kita inginkan. Mulai membeli jajanan di pasar malam, hingga berbuat amal kebaikan, semua bisa dilakukan melalui satu sentuhan.

Kemudahan metode pembayaran yang ditawarkan saat ini, sejalan dengan era globalisasi yang tengah terjadi. Proses globalisasi yang membuat dunia menjadi seakan tak berbatas membuat cross-border payment penting untuk segera diterapkan. Integrasi ekonomi yang terjadi akibat adanya globalisasi membuat penerapan cross-border payment penting untuk segera dilakukan. 

Sebenarnya, apa itu cross-border payment?

Cross-border payment memungkinkan adanya pembayaran lintas batas antarnegara dengan konversi mata uang secara otomatis. 

Dalam konteks ini, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) digunakan sebagai format kode QR yang dapat digunakan secara universal di berbagai negara. Dengan QRIS Cross-Border, transaksi pembayaran antarnegara menjadi lebih mudah dan cepat karena memungkinkan penggunaan QR Code yang sama pada negara-negara yang sudah bekerja sama. 

Inovasi pembayaran melalui QR code, dimulai oleh Bank Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan      Republik Indonesia ke-74. Standar QR code untuk pembayaran ini disebut sebagai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS; dibaca: KRIS). QRIS memiliki tujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju  Indonesia Maju. 

QRIS bermakna inklusif bagi seluruh masyarakat dan dapat digunakan transaksi pembayaran baik di dalam maupun luar negeri hanya melalui genggaman ponsel. Transaksi yang dilakukan melalui genggaman ponsel langsung terjadi karena proses yang cepat dan seketika. Selain itu, QRIS dapat menguntungkan pembeli dan penjual karena seluruh transaksi dapat dilakukan hanya dengan satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

QRIS merupakan perwujudan dari apa yang disebut sebagai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) yang digagas oleh Bank Indonesia. Adapun poin QRIS dalam mewujudkan lima visi SPI 2025 yaitu mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional, mendukung digitalisasi perbankan, dan menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antar negara. 

Tentu saja, QRIS menjadi upaya Bank Indonesia dalam melakukan transformasi digital di Sistem Pembayaran Indonesia dan mendukung upaya percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Keberhasilan QRIS dalam mempercepat proses digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia dipandang sebagai suatu langkah awal yang sangat positif dalam mewujudkan visi Bank Indonesia untuk menjadi bank sentral digital terdepan. 

Presidensi G20 pada tahun 2022 memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menginisasi QR cross-border untuk meningkatkan integrasi keuangan antar negara, khususnya di kawasan ASEAN (regional payment interconnectivity). Pada forum tersebut, Bank Indonesia berhasil menggandeng bank-bank sentral negara ASEAN yaitu Thailand, Singapura, dan Malaysia untuk menandatangani 

MoU pembayaran lintas negara yang menunjukkan langkah kolektif menuju pembayaran cepat. Inovasi ini merupakan bagian dari upaya perluasan penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi internasional, sehingga menciptakan efisiensi transaksi dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. 

Di tahun berikutnya, Indonesia kembali mendapatkan kesempatan besar untuk mempercepat implementasi QR cross-border yaitu dengan terpilihnya Indonesia sebagai ketua ASEAN Summit 2023. Implementasi QR cross-border ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memanfaatkan teknologi digital guna memperdalam integrasi keuangan di seluruh negara anggota ASEAN. 

Fungsionalitas lintas batas QRIS dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS di kawasan ini, membuat transaksi menjadi lebih mudah dan ekonomis. Sistem yang dirancang dan dibangun melalui upaya kerja sama bank-bank sentral negara ASEAN akan menghasilkan transaksi yang lebih efisien, meskipun tidak secara signifikan mengubah peran dolar AS yang dominan dalam perekonomian. 

Melalui inisiatif kolaboratif ini, negara-negara ASEAN tidak hanya mendorong integrasi keuangan tetapi juga mendorong kawasan ini lebih dekat ke ekosistem pembayaran digital terpadu, yang selanjutnya dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. 


Karya

Future EJAVEC

Juara 2 BI Digital Content Competition 2023

Kategori Featured Article



Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 3/18/2024 2:50 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga