Cerita BI

BI Icon

Departemen Komunikasi​​​

2/15/2021 12:00 PM
Hits: 1435

Utang Luar Negeri Indonesia pada Akhir Triwulan-IV 2020 sebesar USD 417,5 M

Untuk menjalankan proyek strategis nasional, Indonesia membutuhkan sumber pembiayaan, termasuk dari Utang Luar Negeri (ULN). ULN yang dilakukan Indonesia akan dipergunakan untuk membantu kebutuhan dalam negeri seperti upaya pemulihan ekonomi nasional, kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.

Berdasarkan data yang dicatat Bank Indonesia, ULN dalam negeri pada akhir triwulan-IV 2020 sebesar USD 417,5 miliar, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD 209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 208,3 miliar. Perkembangan tersebut membuat ULN Indonesia pada akhir triwulan-IV 2020 tumbuh 3,5% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,9% (yoy).

ULN Pemerintah triwulan-IV 2020 tercatat sebesar USD 206,4 miliar atau tumbuh 3,3% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan-III 2020 sebesar 1,6% (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh kepercayaan investor yang tetap terjaga, sehingga mendorong masuknya aliran modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Pertumbuhan ULN Pemerintah juga didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Adapun pengelolaan ULN Pemerintah dilakukan dengan hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,9% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,7%), sektor jasa pendidikan (16,7%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,9%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,1%).

Sementara itu, pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan-IV 2020 tercatat 3,8% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 6,2% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh melambatnya ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dari pertumbuhan triwulan-III 2020 sebesar 8,4% (yoy) menjadi 6,4% (yoy) pada triwulan-IV 2020. Menurunnya pertumbuhan ULN swasta juga disebabkan adanya kontraksi ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam, dari kontraksi triwulan-III 2020 sebesar 0,9% (yoy), menjadi terkontraksi sebesar 4,7% (yoy) di akhir triwulan-IV 2020.

Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal tersebut tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan-IV 2020 yang tetap terjaga pada kisaran 39,4%, meski meningkat dari rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 38,1%.

Agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Lampiran
Kontak

​Contact Center BICARA : (62 21) 131 e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 2/15/2021 2:04 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga