Cerita BI

BI Icon

​Departemen Komunikasi

7/28/2022 7:00 AM
Hits: 5654

Bersiap Kembangkan CBDC, BI Segera Rilis White Paper

Aset Kripto yang tumbuh pesat, salah satunya dipicu percepatan digitalisasi yang didorong Pandemi Covid-19. Bank Indonesia melihat pertumbuhan tersebut memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.


Untuk itu, BI menilai perlu merespon dengan kebijakan yang tepat. Solusi kebijakan tersebut antara lain pembayaran digital dan layanan keuangan, seperti uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.


Pada Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Ministers & Central Bank Governors' Meeting/FMCBG) ketiga pada rangkaian Presidensi G20 Indonesia, negara anggota G20 melakukan pembahasan terkait persiapan serta implementasi CBDC serta berbagi perspektif terkait mata uang digital. Selain itu, dilakukan pendalaman dalam pemahaman implikasi keuangan makro atas implementasi CBDC sehingga dapat memperkuat landasan penerapan CBDC ke depannya. Bank Indonesia juga bersiap mengeluarkan White Paper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022. White Paper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan White Paper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan digital rupiah serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.


Lebih lanjut, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Bapak Doni P Joewono menjelaskan eksplorasi penerbitan CBDC dilaksanakan berdasarkan enam tujuan. Pertama, menyediakan alat pembayaran digital tanpa risiko menggunakan uang bank sentral. Kedua, mengurangi risiko mata uang digital yang dikeluarkan privat. Ketiga, memperluas cakupan dan efisiensi sistem pembayaran, termasuk transaksi lintas-batas. Keempat, perluasan dan percepatan inklusi keuangan. Kelima, penyediaan instrumen kebijakan moneter baru. Keenam, kemudahan penyaluran subsidi fiskal. Tak hanya itu, penerbitan CBDC membutuhkan tiga prasyarat diantaranya desain CBDC tidak mengganggu kestabilan moneter dan sistem keuangan, desain CBDC yang terintegrasi, saling berhubungan atau interkoneksi dan interoperable (3i) dengan pasar keuangan - infrastruktur sistem pembayaran, serta pentingnya teknologi yang dapat digunakan selama tahap percobaan untuk memahami bagaimana CBBC dapat diimplementasikan (DLT-blockchain dan non-DLT).


Kembangkan-CBDC-BI-Segera-Rilis-White-Paper (1).jpg


Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 7/28/2022 7:42 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga