
Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Indonesia pada semester I 2026 tetap terjaga di tengah meningkatkannya ketidakpastian global, didukung oleh ketahanan perbankan, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta kinerja korporasi yang solid. Kondisi ini didorong oleh kapasitas permodalan dan likuiditas perbankan yang memadai, serta terjaganya risiko kredit dan risiko pasar perbankan. Kinerja ketahanan yang kuat menjadi penopang dalam pertumbuhan dan perluasan akses ruang intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter yang pro-stability serta kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang pro-growth. Sinergi kebijakan bersama Pemerintah dan KSSK terus diperkuat untuk memitigasi risiko dan menjaga stabilitas sistem keuangan, serta komunikasi dan kolaborasi lintas Lembaga dan Industri yang dilakukan melalui program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk memperkuat keyakinan pelaku ekonomi, meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi, dan mempertemukan kebutuhan pembiayaan sektor riil dengan sumber pendanaan.